23 January 2024 19:53
Psikologi Forensik Reza Indragiri menduga pembunuhan mahasiswi di Depok, Jawa Barat, dilatarbelakangi motif emosional. Sebab, tersangka merupakan kekasih dari korban.
"Kasus pembunuhan terjadi karena korban melakukan perlawanan. Andai korban tidak melakukan perlawanan, maka tidak akan terjadi kasus pembunuhan," kata Reza dalam tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Selasa, 23 Januari 2024.
Reza mengaku tidak menyangka ada orang yang tega membunuh kekasihnya sendiri. Ia pun mempertanyakan, apakah pelaku sungguh-sungguh ingin membunuh korban.
"Pada titik ini perlu dipastikan apakah pelaku sungguh-sungguh ingin menghabisi korban atau melumpuhkan korban dengan cara-cara kebabalasan yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Reza.
Meski demikian, Reza tidak memungkiri bahwa orang terdekat yang paling mungkin melakukan tindakan kriminal. Sebab, orang terdekat yang paling tahu kebiasaan dan kelemahan korban.
Sebelumnya, mahasiswa di Depok, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya, Kamis, 18 Januari 2024. Polisi menangkap tersangka yang tak lain kekasih korban yang juga DPO dari dua kasus pencabulan.
Jenazah mahasiswi berinisial KRA (20) itu ditemukan dalam kondisi tergeletak di atas kasur di dalam kamar tidur. Penemuan jenazah wanita muda ini berawal dari adanya laporan pemilik kontrakan ke Mapolsek Sukmajaya Kota Depok.
Pemilik kontrakan melaporkan adanya jenazah di dalam kontrakan miliknya. Jenazah KRA kemudian sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diautopsi.
Selang 15 jam kemudian, tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pria muda berinisial AA di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Kepada petugas, tersangka AA mengaku melarikan diri usai menghabisi nyawa KRA yang tidak lain kekasihnya sendiri.