Iran Makin Berani Ajukan Tuntutan, Trump Beri Respons Tegas

13 May 2026 19:24

Jakarta: Iran kembali menunjukkan sikap tegas dengan menuntut Amerika Serikat (AS) menerima 14 poin dalam perundingan serta memperingatkan adanya konsekuensi jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Menanggapi hal itu, Presiden AS Donald Trump menolak keras dan menyatakan bahwa tuntutan Iran sama sekali tidak dapat diterima.

Dalam unggahan pribadinya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa tidak ada jalan lain untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah selain AS menerima hak-hak rakyat Iran yang tercantum dalam proposal 14 poin tersebut.

Ghalibaf menekankan bahwa penundaan AS hanya akan memperbesar beban bagi pembayar pajak Amerika. Ia juga menuntut ganti rugi atas kerusakan akibat konflik dengan AS dan Israel serta pengakuan kedaulatan Iran di Selat Hormuz.
 

Baca Juga: Tiongkok di pusaran Konflik AS-Iran: Diplomasi Perdamaian atau Kepentingan Strategis?

Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlangsung, namun berada dalam kondisi kritis. Hal ini menunjukkan bahwa AS tetap membuka jalur diplomasi dengan Iran, meski sebelumnya menolak proposal terbaru dari Iran.

"Saya akan katakan itu (gencatan senjata) adalah salah satu yang terlemah saat ini. Itu (gencatan senjata) sedang dalam kondisi kritis," ucap Trump, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Rabu, 13 Mei 2026.  

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)