.,
30 December 2025 18:16
Bupati Gayo Lues Suhaidi, melaporkan banyaknya bangunan, fasilitas, dan jalan yang rusak akibat bencana banjir yang melanda wilayah yang dipimpinnya. Oleh sebab itu, dia berharap dukungan dari pemerintah pusat.
“Kami jelas tidak mampu merehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana banjir bandang di Aceh,” ujar Suhaidi, dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR, dikutip dari program Breaking News Metro TV, Selasa, 30 Desember 2025.
Suhaidi menjelaskan, salah satu kerusakan terbesar adalah rumah penduduk dengan total 5.272 unit rumah rusak. Dari jumlah tersebut, 3.499 rumah masuk kategori rusak berat, bahkan di beberapa titik seluruh desa hilang tersapu arus, menyebabkan 22 desa harus direlokasi.
Semua data tersebut telah dilaporkan kepada BNPB, dan pemerintah daerah menunggu pembangunan hunian sementara (huntara) saat ini. Lokasi pembangunan pun sudah disiapkan, baik di lahan milik daerah maupun lahan pinjam pakai dari masyarakat.
Selain itu, kerusakan infrastruktur juga sangat signifikan. Suhaidi melaporkan ada 101 jembatan tidak dapat difungsikan. Terdiri dari 12 jembatan rangka baja, 12 jembatan komposit, dan sisanya jembatan gantung. Tanpa jembatan ini, warga tidak dapat menuju perkebunan dan lahan pertanian.
Terdapat 54 ruas jalan yang mengalami kerusakan berat, termasuk ruas jalan nasional dari Aceh Tengah ke Aceh Tenggara yang baru saja ditinjau oleh Dirjen Bina Marga. Akses menuju Kabupaten Gayo Lues pun masih sangat terbatas.
Suhaidi menjelaskan bahwa terdapat empat jalur masuk, yaitu dari Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, dan Aceh Timur. Namun, hingga kini, baru dua jalur yang dapat dilalui dengan kondisi terbatas, yakni jalur dari Aceh Tenggara dan jalur dari Aceh Barat Daya.
Kondisi ini menyebabkan distribusi BBM dan gas elpiji sangat terbatas, meskipun Pertamina telah melakukan pendistribusian secara bertahap. Kerusakan pada sistem irigasi juga sangat parah. Sebanyak 181 irigasi rusak berat. Selain itu, 3.577 hektare lahan pertanian terdampak, tertimbun pasir setebal satu hingga dua meter.
Selain itu, sebanyak 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Gayo Lues mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan. Selain itu, 27 desa diketahui mengalami kerusakan sumber air bersih.
Wilayah Gayo Lues yang berada di hulu empat daerah aliran sungai (DAS) menjadi pusat pergerakan air menuju Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Menurut Suhaidi, banjir besar di wilayah hilir merupakan kiriman air dari Gayo Lues.
Ia pun mengusulkan penanganan khusus di daerah hulu, seperti penghijauan, reboisasi, atau pembangunan waduk dan embung besar untuk menampung air saat debit meningkat.
Terkait kondisi kelistrikan, Suhaidi menyampaikan bahwa masih ada lima kecamatan yang listriknya padam total sejak banjir pada 26 Desember lalu. Sementara itu, jaringan telepon dan internet baru pulih sebagian, beberapa kecamatan masih mengandalkan perangkat darurat.