Kenapa Ayam Jantan Berkokok di Pagi Hari? Ternyata Bukan Karena Matahari Terbit-Serius Ini Hewan?

Wijokongko • 15 September 2026 11:38

Jakarta: Suara kokok ayam jantan kerap menjadi penanda pagi. Bahkan sebelum matahari muncul, suara tersebut sudah terdengar dari kandang atau permukiman di sekitar kita. Namun, ayam jantan ternyata tidak sekadar berkokok karena melihat langit mulai terang. Ada mekanisme biologis yang membuat unggas ini mampu mengetahui kapan waktunya memulai aktivitas.

Memiliki Jam Biologis Internal


Ayam memiliki ritme sirkadian atau jam biologis internal yang membantu mengatur berbagai aktivitas dalam siklus harian. Hal ini menjelaskan mengapa ayam jantan dapat berkokok pada waktu tertentu meskipun kondisi lingkungan tidak banyak berubah. Dalam pengamatan terhadap ayam yang ditempatkan dalam kondisi cahaya redup secara terus-menerus, mereka tetap mampu menyesuaikan aktivitasnya dengan pola waktu harian. Dengan kata lain, kemunculan cahaya matahari bukan satu-satunya penentu ayam mulai berkokok. Bahkan, kokokan dapat terdengar satu hingga dua jam sebelum matahari terbit.

Kokokan Berkaitan dengan Hierarki


Kebiasaan berkokok juga berkaitan dengan kehidupan sosial ayam. Dalam satu kelompok yang memiliki beberapa ayam jantan, terdapat hierarki atau urutan dominasi. Ayam jantan yang lebih dominan cenderung menjadi yang pertama berkokok, kemudian diikuti ayam jantan lainnya. Kokokan juga dapat berfungsi sebagai sinyal untuk menunjukkan keberadaan sekaligus wilayah yang dikuasainya. Karena itu, suara kokok bukan hanya 'alarm' bagi manusia, tetapi juga bagian dari komunikasi antarayam.

Mengapa Ayam Bisa Berkokok Sepanjang Hari?


Ayam jantan dapat berkokok pada berbagai waktu. Suara dari ayam jantan lain, kehadiran hewan, kendaraan, maupun aktivitas di sekitar kandang dapat memicu kokokan. Kokokan juga dapat muncul ketika ayam sedang menunjukkan dominasi atau merespons situasi yang dianggap mengganggu. (Titik Nurmalasari)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X