Jakarta: Belut listrik dikenal sebagai salah satu hewan yang memiliki kemampuan menghasilkan sengatan listrik. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari cara hewan ini mencari makan, mengenali lingkungan, hingga mempertahankan diri dari ancaman predator.
Meski disebut belut, hewan ini sebenarnya merupakan kelompok ikan air tawar. Belut listrik dapat ditemukan di berbagai habitat perairan di Amerika Selatan, termasuk sungai, rawa, kolam berlumpur, hingga danau berbentuk tapal kuda atau oxbow lake.
Memiliki Organ Khusus Penghasil Listrik
Kemampuan menghasilkan listrik berasal dari organ listrik yang terdapat di dalam tubuh belut listrik. Organ tersebut tersusun atas sel-sel khusus yang disebut electrocytes.
Sel-sel ini bekerja dengan prinsip yang menyerupai baterai biologis. Ketika mendapatkan rangsangan dari sistem saraf,
electrocytes dapat menghasilkan perbedaan potensial listrik. Ribuan sel tersebut kemudian bekerja secara bersamaan sehingga menghasilkan pelepasan listrik ke lingkungan sekitarnya.
Listrik yang dilepaskan tidak selalu memiliki fungsi yang sama. Belut listrik dapat menghasilkan sinyal listrik dengan kekuatan berbeda, tergantung pada kebutuhannya.
Listrik untuk Mengenali Lingkungan
Belut listrik memiliki penglihatan yang relatif buruk. Untuk membantu mengenali lingkungan, belut listrik menggunakan listrik melalui kemampuan yang disebut
electrolocation. Hewan ini menghasilkan medan listrik di sekitarnya dan kemudian mendeteksi perubahan pada medan tersebut.
Perubahan itu dapat memberikan informasi mengenai keberadaan benda atau makhluk lain di dekatnya. Dengan cara ini, belut listrik dapat membantu menavigasi lingkungan meskipun kondisi air membuat penglihatan menjadi kurang efektif.
Sengatan untuk Melumpuhkan Mangsa
Selain membantu mengenali lingkungan, listrik juga digunakan dalam proses berburu. Belut listrik dapat menghasilkan pelepasan listrik yang lebih kuat untuk mengganggu atau melumpuhkan mangsanya. Makanan belut listrik terutama terdiri dari ikan. Namun, hewan ini juga dapat memakan kepiting, serangga, amfibi, dan beberapa jenis mamalia.
Kemampuan menghasilkan listrik juga berguna untuk mempertahankan diri. Ketika berada dalam kondisi terancam, sengatan listrik dapat menjadi salah satu mekanisme pertahanan terhadap predator.
Kemampuan ini menjadi semakin penting ketika kondisi perairan berubah. Pada musim kemarau, misalnya, beberapa badan air dapat menjadi lebih dangkal dan terisolasi. Dalam kondisi tersebut, belut listrik dapat menjadi lebih rentan terhadap predator seperti caiman dan jaguar. (Titik Nurmalasari)