.,
19 February 2026 13:05
Jakarta: Pantauan harga bahan pokok di pasar Jakarta menunjukkan sejumlah kenaikan signifikan memasuki bulan suci Ramadan. Kenaikan didiuga dipicu oleh kondici cuaca yang tidak menentu, sehingga menyebabkan gagal panen.
Di Pasar Kopro, Jakarta Barat, misalnya. Kenaikan yang cukup tinggi terjadi pada cabai rawit merah, yang sebelumnya Rp80 ribu per kilogram (kg), kini menjadi Rp120 ribu per kg. Selain itu, harga cumi-cumi juga naik, dari Rp100 ribu per kg, menjadi Rp140 ribu per kg. Harga ayam potong pun ikut meningkat menjadi Rp75 ribu per kg, dari sebelumnya Rp50 ribu per kg.
"Seperti yang kita ketahui kan cuaca di mana-mana banjir, hujan panas, hujan panas. Itu yang membuat cabai itu jadi gagal panen. Jadi banyak yang rusak," ujar salah satu pedagang, Agung, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 19 Februari 2026.
Kenaikan drastis juga terjadi pada sayuran hijau. Misalnya, kangkung dan bayam. Dari Rp3.000 per ikat menjadi Rp5.000 per ikat. Menurut Agung, kenaikan sayuran hijau sudah mulai dari awal tahun, sedangkan untuk harga rawit baru melonjak ketika mendekati Imlek dan Ramadan.
Pemantauan juga dilakukan di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan pengawasan harga bahan pokok untuk memastikan tidak ada lonjakan berlebihan. Sidak dipimpin oleh Kasubdit Indak Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Ardila Amri bersama para Kanit.
Dalam pengecekan, mereka mendatangi penjual beras, gula, daging, cabai, dan bahan pokok lain. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan lonjakan harga terlalu signifikan dan stok pangan dinilai aman di awal Ramadan.
Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah penimbunan dan memastikan distribusi berjalan lancar. Masyarakat diimbau tidak panic buying dan membeli secukupnya agar stabilitas harga tetap terjaga.