Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya berhasil menciptakan prototipe traktor listrik hemat energi untuk mendukung modernisasi pertanian nasional. Kendaraan pertanian ramah lingkungan ini diklaim lebih hemat biaya operasional, lebih senyap, dan siap diuji sebelum digunakan petani di berbagai daerah.
Traktor ini menjadi terobosan ITS dalam menghadirkan alat mesin pertanian yang lebih hemat energi sekaligus ramah lingkungan.
Prototipe traktor diuji langsung oleh Rektor ITS Bambang Pramujati di area persawahan belakang Stadion ITS Surabaya.
Traktor listrik hemat energi ini dirancang khusus untuk beroperasi di lahan gambut dan lahan basah yang selama ini menjadi tantangan bagi traktor konvensional.
Mengandalkan motor listrik bertorsi besar, traktor ini memiliki keunggulan berupa konsumsi energi yang lebih efisien, suara operasi lebih senyap, getaran lebih rendah, serta biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan traktor bermesin diesel. Untuk menjaga performa, traktor juga dilengkapi sistem pendingin radiator dan pengaman MCB.
Rektor ITS Bambang Pramujati menyebut, inovasi ini menjadi bagian dari komitmen ITS dalam mengembangkan teknologi yang mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di sektor pertanian.
Saat ini, tim peneliti masih melakukan penyempurnaan sebelum memasuki tahap pengujian resmi. Setelah penyempurnaan rampung, traktor listrik akan menjalani uji performa oleh Kementerian Pertanian.
Apabila memenuhi standar yang ditetapkan, produk inovasi ITS ini akan diajukan masuk ke e-katalog pemerintah agar dapat dimanfaatkan petani di berbagai wilayah Indonesia. (Metro TV/Mahmud Fauzi)