Mentan Bongkar Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi

15 September 2026 23:13

Kementerian Pertanian (Kementan) membongkar dugaan praktik penipuan dan kecurangan peredaran beras kemasan yang marak dijual di minimarket dan pasar tradisional. Beras yang diklaim sebagai beras fortifikasi tersebut dijual dengan harga tinggi, tapi kandungan nutrisinya terbukti tidak sesuai dengan label kemasan.

Temuan ini diungkapkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam jumpa pers pada Selasa, 15 September 2026. Mentan turut membeberkan sejumlah merek beras kemasan yang beredar luas di masyarakat dan diduga kuat memanipulasi kualitas.

"Setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," kata Amran dikutip dari Top News, Metro TV, Selasa 15 September 2026. 
 



Beras fortifikasi sejatinya merupakan produk pangan yang diperuntukkan khusus bagi program penanganan stunting, gizi ibu hamil, serta bantuan untuk masyarakat kurang mampu. Namun, oknum produsen mengemas ulang beras tersebut sedemikian rupa dan menjualnya ke pasaran umum dengan harga fantastis hingga menembus Rp57.000 per kilogram.

"Dan rata-rata kenaikannya, bukan kenaikan ya maaf, mungkin ini agak kasar sedikit, itu penipuan Rp22.000 per kilogram rata-rata. Ini menyusahkan konsumen kita," jelasnya.

Merespons temuan merugikan ini, Mentan memastikan akan mengambil langkah penindakan hukum secara tegas. Sanksi berat dan tegas menanti pihak korporasi yang terbukti secara sengaja memanipulasi mutu pangan dan mempermainkan harga demi meraup keuntungan pribadi.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X