21 May 2026 17:58
Serangan Israel di Distrik Tyre, Lebanon, merenggut 12 nyawa, 11 di antaranya merupakan satu keluarga yang terdiri dari tiga anak dan tiga perempuan. Israel melancarkan serangan ini di tengah gencatan senjata.
Militer Israel mengklaim operasi tersebut menargetkan lebih dari 25 lokasi milik Hizbullah, di Lebanon Selatan. Namun, serangan itu kembali memicu kecaman karena banyaknya korban sipil yang berjatuhan.
Pemerintah Lebanon mendesak penghentian serangan dan meminta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah kedaulatan Lebanon. Konflik yang terus berlangsung disebut telah menyebabkan ribuan warga sipil Lebanon menjadi korban sejak Maret 2026.
Warga setempat, Naama Moussa Surour, mengaku terpukul dengan tewasnya anak-anak dalam serangan tersebut. Ia menyebut kehilangan anak-anak menjadi luka paling menyedihkan bagi masyarakat setempat.
“Semoga Tuhan membantu mereka. Hati saya hancur karena kehilangan anak-anak. Kehilangan seorang anak jauh lebih menyedihkan dibandingkan kehilangan orang dewasa,” ujarnya dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis 21 Mei 2026.