Nattasya Amani Vrazeti • 7 October 2026 10:15
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M dengan tajuk fase ultimate.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan meski Blok M akan disempurnakan menjadi lebih tertata, identitas dan roh utamanya sebagai pusat kreativitas anak muda, ruang interaksi sosial, serta pusat ekonomi yang hidup tidak boleh hilang.
“Blok M enggak boleh berhenti. Blok M enggak boleh apa, nafasnya itu tidak tersambungkan. Jadi Blok M itu harus ada terus, karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus,” ucap Pramono dalam Peluncuran Konsep Desain Transformasi Kawasan Blok M Fase Ultimate, Jakarta Selatan, Selasa 6 Oktober 2026.
Dia juga menekankan kemudahan akses transportasi publik yang terintegrasi, seperti MRT, Transjakarta, dan Trans Jabodetabek, akan terus dijaga agar denyut aktivitas di Blok M tidak pernah terputus.
“Apalagi sekarang ini dengan pengaturan transportasi yang lebih baik, apakah itu MRT, apakah itu TransJakarta, TransJabodetabek akan sangat mudah untuk bisa sampai di Blok M,” kata Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat memastikan sebelum tahap
ground breaking pembangunan dilakukan, pihaknya telah menyiapkan lokasi transisi bagi seluruh tenant terdaftar. Total ada 332 tenant yang dipastikan tetap bisa beroperasi tanpa harus kehilangan tempat.
“Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum
ground breaking, kami menjamin semua tenant—ada 332—itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat posisinya ya. Itu yang pertama. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi itu,” ujar Tuhiyat dalam kesempatan yang sama.
Selain itu, Tuhiyat juga menyebut operasional halte dan rute Transjakarta juga dipastikan akan terus berjalan dengan koordinasi bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menyiapkan jalur alternatif (
way-out) selama proses konstruksi berlangsung.
“Pada saat pembangunan berlangsung, Transjakarta tetap berlangsung yang nanti kami akan cari
way-out-nya bersama para OPD yang terkait dengan itu, terutama di Dinas Perhubungan nanti. Itu akan terus berlangsung,” lanjut Tuhiyat.
Pramono mengatakan revitalisasi Blok M fase ultimate ini diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) di Jakarta.
Setelah Blok M rampung, dia menambahkan Pemprov DKI berencana melanjutkan penataan serupa ke sejumlah kawasan strategis lainnya, seperti Pasar Baru, Glodok, Pecinan, Kota Tua, hingga kawasan TOD yang terintegrasi dengan jaringan LRT baru di Jakarta.
“Nanti setelah Blok M, maka kami akan menyelesaikan di tempat-tempat lain seperti di Pasar Baru, Glodok, Pecinan, Kota Tua, dan beberapa tempat yang lain, termasuk tentunya adalah TOD yang dikembangkan karena LRT baru yang dibangun oleh pemerintah DKI Jakarta,” lanjut Pramono.