Kabel Semrawut di Jakarta Kerap Memakan Korban

14 November 2024 14:26

Kondisi kabel utilitas yang semrawut di Jakarta sudah lama dikeluhkan oleh warga. Selain merusak pemandangan, kondisi kabel yang semrawut juga tidak jarang memakan korban hingga cedera serius bahkan meninggal dunia.

Keberadaan kabel udara yang semrawut di Jakarta tidak hanya merusak estetika kota, keberadaan kabel udara tersebut juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Banyak dari pengguna jalan mengalami kecelakaan karena tersangkut kabel maupun karena menghindari kabel yang menjuntai hingga cedera serius bahkan meninggal dunia.

Seperti yang dialami seorang pemuda bernama Sultan Rifat yang mengalami cedera serius di bagian lehernya karena tersangkut kabel utilitas. Akibat kecelakaan tersebut, Sultan yang merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya ini kesulitan bernapas dan kesulitan menelan ludah sendiri. Ia pun harus makan dengan cara tidak biasa.

"Anak saya belum bisa bicara napas, masih di lubang yang ada di sini (leher), belum bisa makan minum, makan dan minumnya menggunakan selang yang ada di hidung dan disuntikkan menggunakan cairan. Artinya makannya pun bukan makanan kayak rekan-rekan makanan padat, tapi makanannya adalah makanan yang dicairkan diblender dan disaring dengan kekentala paling tidak 10% saja," ungkap Ayah Sultan Rifat, Fatih.
 

Baca juga: Kabel Semrawut Bakal Ditanam Bawah Tanah Mulai 2025

Selain Sultan Rifat, ada juga seorang pengemudi ojek online yang juga menjadi korban akibat kabel optik yang tidak terurus di jalanan. Pengemudi ojek online bernama Vadim tersebut mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia saat menghindari kabel yang menjuntai di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Kecelakaan terjadi saat korban yang tengah melintas di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, kaget melihat ada kabel yang menjuntai di jalan. Korban berusaha menghindar, namun kehilangan kendali dan menabrak trotoar pembatas jalan hingga mengalami luka berat di bagian kepalanya dan akhirnya meninggal dunia. 

Pengamat Tata Kota Nirwono menyebut kondisi kabel yang semrawut bisa diperiksa apakah ada masalah dalam proses pemasangan dan bagaimana pengawasannya. Sehingga, bisa diketahui siapa yang paling bertanggung jawab dalam masalah tersebut.

"Kalau kita lihat pelaksana di lapangan tentu adalah kontraktor pelaksana jaringan utilitas tadi yang dalam tanda petik bisa dinilai apakah pekerjaannya itu ceroboh, lalai atau tidak terhadap kabel-kabel yang dipasang," ujar Nirwono.

"Kedua, yaitu pemilik kabel tersebut. Apakah pemilik kabel tersebut melakukan pengawasan dan pemeliharaan terhadap kabel-kabel yang mereka miliki. Mulai dari kabel yang terkelupas atau tidak, gulungannya membahayakan atau tidak. Itu kan ada di tanggung jawabnya si penyedia atau pemilik kabel tersebut," lanjutnya.

Rencana penanaman kabel utilitas di dalam tanah mulai 2025 mendatang menjadi kabar baik bagi warga Kota Jakarta. Dengan ditanamnya kabel utilitas ke dalam tanah, selain pemandangan kota jadi lebih bagus, warga juga tidak akan lagi terganggu dengan kondisi kabel yang semrawut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febriari)