Pemerintah resmi menetapkan pengemudi ojek online (ojol) sebagai bagian dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Kebijakan ini diharapkan memperluas akses pengemudi ojol terhadap berbagai program pemberdayaan, mulai dari pembiayaan hingga pendampingan usaha.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menyatakan dengan drivel ojol masuk ke dalam pelaku mikro, maka mereka bisa mendapat akses untuk program pengembangan usaha lainnya. Temmy juga menyebut, peran driver ojol sangat penting dalam keseimbangan ekosistem ekonomi digital.
"Jadi kita tetap harus melakukan perlindungan dan akses terhadap program-program pengembangan usaha yang lainnya. Tidak mungkin mereka selamanya menjadi driver ojek online. Jadi kenapa kita ingin apa namanya mengakui bahwa memang mereka adalah pengusaha mikro transportasi online," kata Temmy dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 3 Juli 2026.
Temmy menjelaskan sejumlah benefit yang didapatkan para driver online dengan berstatus
UMKM. Driver online akan menerima akses Kredit Usaha Rakyat (
KUR) dengan bunga enam persen dan diikutsertakan dalam program pelahitan kewirausahaan.
"Memang akan mereka menerima akses ke Kredit Usaha Rakyat contohnya yang dengan bunga enam persen. Selanjutnya kami juga akan mengikutsertakan mereka dalam program-program pelatihan untuk kewirausahaan. Dan yang paling penting adalah karena kita melihat bahwa memang rata-rata omzet mereka dalam satu tahun tidak mencapai Rp500 juta mereka pasti akan bebas pajak," jelas Temmy.
Temmy menyebut pihaknya sudah mengembangkan sistem Sapa UMKM. Dengan adanya sistem itu, para driver online yang tercatat aktif akan didampingin untuk menjalankan usahanya dengan keahlian masing-masing.
"Artinya ini agar mereka tercatat dulu nih yang memang betul-betul adalah driver online aktif, yang memang betul-betul masih berstatus aktif di dalam menjalankan usahanya itu kita ingin mendampingi sehingga mereka tuh punya kedepannya tidak hanya berusaha sebagai driver ojek online tapi juga mulai mengembangkan usaha," ungkap Temmy.
Para driver online nantinya akan diberikan pelatihan untuk mekanikal, membuka bengkel, hingga reparasi handphone.
"Mereka punya skill untuk ,kebengkel, untuk mekanikal, dan juga untuk bisnis handphone dan lain-lain ya reparasi. Ini kita coba kembangkan pasti kita mesti klasterisasi dulu mana yang boleh untuk yang arahnya ke mekanikal, membuka bengkel atau gimana nanti kita akan coba- akan coba kita identifikasi," kata Temmy.