Kawasan Kota Palembang mulai diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama tiga hari berturut-turut. Turunnya hujan berdampak pada mulai memudarnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Siswanto menyebut potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Sumsel dari 24 hingga 30 Oktober 2026 berada di atas 70 persen, sehingga hujan masih berpotensi untuk turun di wilayah Sumsel.
"Artinya potensi pertumbuhan awan yang ada di Sumsel secara masif akan turun, dan ini masih bisa berlangsung hingga 30 Oktober," ujar Siswanto, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu, 28 Oktober 2026.
Siswanto juga menyebut Kota Palembang sedang melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) saat ini. Harapannya hujan yang awalnya memiliki intensitas ringan bisa berubah menjadi sedang, serta hujan dengan intensitas sedang bisa berubah menjadi sangat lebat.
"Ini akan kami intensifkan kembali dengan membawa bahan semai NaCI. Tentunya dari sisi intensitas maupun durasi, harapannya adalah hujannya itu yang awalnya mungkin intensitas ringan bisa menjadi intensitas sedang, dan sebaliknya yang intensitas sedang barangkali bisa menjadi intensitas menjadi sangat lebat," kata Siswanto.
Asap juga menipis di Palangka Raya
Sementara itu, kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Tengah (
Kalteng) juga mulai berangsur membaik. Guyuran hujan selama tiga hari berturut-turut mampu mengurai kepulan asap yang selama menyelimuti langit Kota Palangka Raya.
Turunnya hujan juga menyebabkan titik api di Kalteng menurun drastis. Dikutip dari situs SiPongi+ milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut), tercatat tersisa 11 titik api di wilayah Kalteng. Sejalan dengan kondisi tersebut, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palangka Raya juga menurun drastis karena kabut asap perlahan mulai menipis.
"Oke, jadi alhamdulillah kita Kota Palangkaraya tiga hari berturut-turut hujan, jadi suasana saat ini cukup dingin, terus asap juga enggak ada kelihatan. Terus mengenai kasus ISPA, jadi perlu kami sampaikan, jadi 3 hari ini kasus ISPA di Kota Palangkaraya secara otomatis turun. Jadi terakhir perlu kami sampaikan kemarin kasus ISPA yang ada di Kota Palangkaraya itu ada 106 kasus. Biasanya kan antara 140–150, nah kemarin secara otomatis kasus yang kami rekap di Kota Palangkaraya hanya ada 106 kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Riduan.
Sementara itu, jarak pandang di Kota Palangka Raya juga mengalami peningkatan drastis. Melansir dari website BMKG, jarak padang di Kota Palangka Raya telah berada di angka satu hingga empat kilometer.
(Lutfia Azzahra)