Jakarta: Proyek pembangunan MRT Jakarta Lintas Fase terus berjalan untuk menghadirkan alternatif transportasi publik. Digadang sebagai transportasi publik paling modern di Indonesia dan bertujuan mengurangi kemacetan dan mempercepat mobilitas di ibu kota. Penantian proyek MRT Fase 1-2 A-2 B, bahkan pencanangan MRT Fase 3 yang sudah mulai dibicarakan perkembangannya oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta patut kita nantikan bersama. Lalu seperti apa perkembangannya?
Sumber pendanaan dan status proyek MRT
Skema pendanaan pembangunan MRT Jakarta, fondasinya, adalah pinjaman luar negeri dari negara Jepang. Dalam hal ini, Japan International Cooperation Agency atau GICA sebagai perwakilan resmi daripada pemerintah Jepang. Setelah disepakati, pemerintah pusat akan menjadi pihak yang menandatangani pinjaman dengan GICA lalu menyalurkannya kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Di tingkat daerahnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuju PT MRT Jakarta sebagai eksekutornya dan pendampingan dari Kementerian Perhubungan serta Kementerian Keuangan sebagai representasi dari tingkat pusatnya. Lalu setelah menerima dana pinjaman tersebut. Pertanyaannya, siapa yang akan membayar?
Kesepakatannya adalah pembagian antara Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Tetapi profil dari pinjaman ini memiliki bunga yang rendah serta tenor yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 30 hingga 40 tahun.
Sebagai gambaran, pembangunan proyek MRT Jakarta fase 1 dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI yang sudah kita nikmati hari ini menelan anggaran sekitar 16 triliun rupiah. Dan lebih lanjut, proyek MRT ini Pemirsa, sudah berstatus sebagai proyek strategis nasional.
Fase 2: 2A dan 2B
Progres pembangunan MRT fase 2 terbagi menjadi 2, fase 2A dan juga 2B. Fase 2A ini tentu direncanakan sebagai penghubung rute dari fase 1 untuk memperpanjang layanan dari Jakarta Selatan menuju Pusat hingga nantinya ke Jakarta Utara. Dan fase 2A ini akan mencangkup rute Bundaran HI menuju wilayah kota dan diperkirakan sepanjang kurang lebih sekitar 5,8 km dengan 7 stasiun bawah tanah yang terdiri dari Tamrin, Monas, Harmoni, Sawa Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.
Lalu pembangunannya dibagi dalam 3 paket yaitu CP201 Tamrin-Monas, perkembangan konstruksinya sudah menyentuh 92,58 persen, CP202 Harmoni-Mangga Besar 65,02 persen, dan CP203 Glodok-Kota 84,16 persen. Dan secara keseluruhannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap bahwa progres pembangunan daripada fase 2A ini sudah menyentuh angka sekitar 59 persen. Sedangkan fase 2B yang sama-sama kita harus nanti juga sebagai rangkaian utuh dari penghubung Jakarta Selatan hingga Jakarta Utara terdiri dari 2 stasiun bawah tanah yaitu Mangga II dan Ancol.
Meski hanya 2, tetapi panjang jalurnya cukup panjang, yaitu sekitar 6 km. Dan perkembangan daripada kajian fase 2B ini merupakan kajian dan perencanaan tengah digodok secara paralel untuk menyelesaikan fase 2 secara menyeluruh. Dan kita balik ke slide selanjutnya, tentu pertanyaannya lebih lanjut adalah kapan fase 2 ditargetkan selesai.
Target Fase 2 selesai
Jadi perencanaannya operasi ini akan dibagi menjadi 2 segmen, di mana segmen 1 yaitu bundaran HI ke Harmoni ditargetkan selesai pada tahun 2027 dan uji cobanya sudah dilakukan sejak pertengahan 2027. Sedangkan segmen 2 yaitu Harmoni menuju Kota ditargetkan selesai pada tahun 2029. Namun di sisi lain secara paralel, fase 2B seperti tadi kami sudah bicarakan, sedang melalui studi kelayakan persetujuan pendanaan sebelum nantinya proses pengadaan dan pengerjaan konstruksi berjalan sesuai dengan rencana.
Dalam kesempatan keterangan yang sama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengungkap bahwa progres perencanaan pembangunan MRT Jalur Lintas Timur Barat yang akan mencangkup wilayah Cikarang hingga Balai Raja sepanjang 84 km dan diproyeksikan memiliki waktu tempuh 120 menit 48 stasiun. Konstruksinya dibagi menjadi 2 fase, yaitu pada fase 1 tahap 1 meliputi Tomang dan Jakarta Barat hingga Medan Satria, Kota Bekasi sepanjang 24,5 km. Lalu fase 1 tahap 2 melanjutkan dari Tomang Jakarta Barat hingga kembangan Jakarta Barat sepanjang sekitar 9,2 km.
Selanjutnya fase 2 dibagi menjadi Kembangan-Jakarta Barat hingga menuju ke wilayah Balai Raja Bantan sepanjang sekitar 29,9 km dan Medan Satria Kota Bekasi juga hingga ke Cikarang. Nah pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini sekarang tengah melakukan progres pembangunan mulai dari pembebasan lahan. Ini merupakan salah satu yang menjadi tantangan dan penetapan trase dan penentuan titik-titik.
Perencanaan Fase 3
Dan harapan bahwa pada tahun 2030 fase 3 bisa menunjukkan progres yang signifikan. Ulasan seputar progres pembangunan MRT di Jakarta lebih dari sekedar pembangunan infrastruktur penghubungan fisik, transportasi publik juga bagian dari kegiatan perekonomian masyarakat. Lebih dari sekedar kapabilitas pembangunan harapannya perubahan gaya hidup masyarakat bergerak karena transportasi publiknya layak rasa relevannya untuk tantangan multi sektor di ibu kota.
Sumber: Redaksi Metro TV