Jakarta: Kebakaran kapal yang menimpa KMP Putri Yasmin saat melintasi perairan Selat Lombok kembali menyoroti pertanyaan besar tentang keselamatan penumpang dan kesiapan evakuasi di tengah laut.
Kronologi kecelakaan KMP Putri Yasmin
Tragedi kebakaran KMP Putri Yasmin terjadi saat melakukan pelayaran dari Padangbai menuju ke Lembar sekitar pukul 04.00 waktu Indonesia Tengah pada Rabu, 12 Agustus 2026. Para penumpang kapal dan juga awak kapal akhirnya berhasil dievakuasi.
Pada saat evakuasi tidak hanya Basarnas saja yang turun, tapi juga ada personel TNI AL dan sejumlah stakeholder lain menggunakan beberapa kapal.
KMP Putri Yasmin ini melayani rute dari Padangbai Bali menuju ke Pelabuhan Lembar Lombok yang jaraknya sekitar 40 sampai 50 km.
Di tengah perjalanan di area perairan Selat Lombok, kemudian kejadian kebakaran dan perjalanan terhenti sejak api ini muncul di atas kapal. Penumpang yang ada di kapal tersebut panik dan kemudian memakai pelampung.
Saat api muncul di KMP Putri Yasmin, petugas berupaya melakukan penanganan awal untuk bisa mengendalikan api, sementara proses evakuasi penumpang juga mulai dilakukan. Kapal kemudian diarahkan dan ditangani menuju titik yang dinilai lebih aman untuk bisa memudahkan proses penyelamatan.
Evakuasi penumpang
Insiden ini memicu operasi penyelamatan di tengah laut dimana tim SAR gabungan kemudian diterjunkan untuk bisa membantu proses evakuasi. Penumpang yang berhasil evakuasi kemudian dibawa menuju Pelabuhan Lembar dan ada yang dibawa ke Padangbai
Data kecelakaan kapal
Sebelumnya, kecelakaan kapal menimpa KMP Mutiara Sentosa 2 yang sempat menghebohkan beberapa waktu terakhir. Itu bukan satu-satunya insiden pelayaran tahun ini. Ada catatan kecelakaan mulai dari Januari 2026 misalnya, ada KMP Putri Sakinah lokasinya di perairan Labuan Bajo, penyebabnya karena cuaca ekstrem dan kerusakan mesin. Kemudian pada Maret ada kecelakaan KMP Lintas Samudera di Selat Makassar, yang disebabkan karena kebocoran lambung kapal.
Kemudian Mei ada speedboat penumpang yang juga mengalami kecelakaan di Kepulauan Seribu, karena ledakan mesin tapi ini lebih karena human error. Kemudian di bulan Juli speedboat penumpang juga mengalami kecelakaan di Teluk Tomini karena faktor cuaca yang ekstrem. Di bulan Juli ada KM Nurul Salsa di perairan Selayar, karena kerusakan mesin. Pada Agustus ada kecelakaan yang menimpa KMP Mutira Sentosa II di Laut Jawa Utara Sumenep.
Penyebab kebakaran kapal
Dari rentetan kecelakaan tersebut sampai dengan yang kemarin KMP Putri Yasmin, banyak sekali faktor penyebabnya, tidak hanya selalu faktor dari cuaca atau faktor eksternal, tapi ada juga faktor human error atau juga maladministrasi yang seringkali ini disalahgunakan.
Sementara itu kebakaran yang terjadi di KMP Putri Yasmin sampai saat ini belum diketahui penyebabnya dan masih dalam penyelidikan.
Belum genap dua pekan setelah kebakaran KMP Mutira Sentosa II, musibah serupa dialami KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan kenapa insiden kapal terus berulang dan sejauh mana standar keselamatan serta pengawasan telah berjalan efektif hingga saat ini?
Sumber: Redaksi Metro TV