Harga Sayur-mayur di Banda Aceh Naik Imbas Kemarau, Brokoli Paling Signifikan

21 July 2026 14:59

Sejumlah harga komoditas bahan pangan di wilayah Banda Aceh terpantau mulai mengalami kenaikan memasuki musim kemarau. Berdasarkan pantauan di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis sayur-mayur, cabai, hingga bahan pokok, seperti telur dan beras.

Dalam tayangan, komoditas sayuran menjadi salah satu yang paling terdampak. Harga mentimun, misalnya. Yang biasanya dibanderol Rp8.000–Rp10 ribu per kilogram (kg), kini naik menjadi Rp12 ribu per kg.

Tomat juga mengalami kenaikan, dari harga normal Rp12 ribu-Rp15 ribu per kg, menjadi Rp18 ribu per kg. Sementara itu, harga brokoli kini menyentuh angka Rp25 ribu per kg.

Sektor bumbu dapur juga tak luput dari kenaikan. Cabai merah yang sebelumnya dijual Rp40 ribu per kg, kini merangkak naik Rp45 ribu per kg. Kenaikan lebih signifikan terjadi pada cabai rawit yang saat ini dipasarkan seharga Rp65 ribu per kg.

"Fluktuasi harga ini dipicu oleh terbatasnya pasokan akibat kondisi cuaca yang mulai kering di daerah penghasil. Kondisi ini menyebabkan produktivitas pertanian menurun di beberapa wilayah di Aceh," Jurnalis Metro TV, Alhadi Habibi, dalam program Metro Siang Metro TV, Selasa, 21 Juli 2026.

 



Bawang merah mengalami penurunan

Di tengah tren kenaikan sejumlah barang, harga bawang merah di Aceh justru menunjukkan penurunan. Saat ini, bawang merah dijual seharga Rp32 ribu per kg, di bawah harga standarnya yang berkisar antara Rp35 ribu per kg hingga Rp50 ribu per kg.

Penurunan harga ini disebabkan oleh melimpahnya pasokan di pasar akibat adanya panen raya di Kabupaten Pidie, salah satu daerah penghasil bawang merah utama di Aceh.

Meskipun sebagian komoditas lainnya masih terpantau stabil, masyarakat Banda Aceh sangat berharap pemerintah segera melakukan pengawasan dan intervensi pasar.

Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga agar tidak terus merangkak naik, sehingga tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat di tengah kondisi cuaca yang menantang ini.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X