Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman jenazah Bharatu Laurencius Valdo Fernandez Lewai di kampung halamannya di San Domingo, Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Valdo tewas diduga akibat penganiayaan oleh juniornya yang juga sesama anggota Polri di Mako Ditpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang, pada 16 Oktober lalu.
Kepergian Valdo menjadi pukulan berat. Ia merupakan anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara sekaligus tulang punggung keluarga. Duka tersebut kian mendalam setelah pihak keluarga menemukan sejumlah luka tak wajar pada jenazah korban, termasuk luka tembak dan sayatan senjata tajam.
Perwakilan keluarga, Yohanes, membenarkan temuan luka tersebut saat memandikan jenazah almarhum. Ia mengecam keras tindakan pelaku yang dinilainya sangat di luar batas kemanusiaan.
"Saya dari Batam menghadiri, memandikan almarhum dan melihat itu memang sangat-sangat biadab pelakunya ya. Dibilang sangat biadab, dibilang manusia pun enggak. Karena isu yang saya dengar bahwa ada tembakan, ada bacokan. Dan waktu saya mandikan itu, ternyata iya, seperti apa yang ada," ungkap Yohanes dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 20 Oktober 2026.
Di tengah rasa kehilangan tersebut, keluarga menuntut keadilan dan mendesak kepolisian untuk mengawal pengusutan kasus ini secara tuntas dan transparan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bahwa terduga pelaku telah ditangkap dan proses penyidikan tengah berjalan. Tersangka yang merupakan junior korban berinisial AR saat ini telah mendekam di sel tahanan.
"Tersangka berinisial AR telah diamankan dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum," ujar Budi Hermanto dalam keterangannya.