20 May 2026 16:50
Presiden Prabowo Subianto memastikan defisit APBN tetap dijaga pada level aman, yakni sekitar 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Prabowo juga menekankan strategi fiskal dan moneter akan difokuskan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta inflasi nasional.
"Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB. Dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," ujar Prabowo dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menegaskan APBN 2027 disusun sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Prabowo menargetkan pendapatan negara pada 2027 berada di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen terhadap PDB. Sementara belanja negara dirancang mencapai 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB guna mendukung berbagai program prioritas nasional.