Rupiah Masih Kalah Kuat dari Dolar AS di Level Rp16.922/USD

19 February 2026 13:23

Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan di pasar non-deliverable forward (NDF) pada perdagangan terakhir. Pergerakan kontrak terhadap dolar Amerika Serikat (AS)/USD di pasar offshore tercatat tertekan dan belum menunjukkan penguatan atau cenderung stagnan.

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada perdagangan pagi ini. Hingga pukul 09.02 WIB, rupiah berada di level Rp16.922/USD, turun 0,22 persen dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp16.884/USD. Pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah juga tercatat melemah 0,4 persen ke level Rp16.932/USD dari posisi pembukaan di Rp16.864/USD.

Sementara itu, di pasar offshore nilai kontrak rupiah sempat dibuka stagnan sebelum akhirnya menguat tipis 0,02 persen ke posisi Rp16.928/USD. Meski ada penguatan kecil di awal perdagangan hari ini, pergerakan tersebut masih menunjukkan bahwa rupiah berada dalam tekanan, baik di pasar spot maupun pasar offshore.
 

Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Turun 45 Poin ke Rp16.929

Tak hanya di Indonesia, di Asia mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pada pagi ini. Seperti halnya ringgit Malaysia melemah paling dalam hingga 0,36 persen, disusul dengan dolar Taiwan 0,35 persen, dan won Korea melemah 0,25 persen. 

Tekanan ini terjadi lantaran dipicu oleh menguatnya indeks dolar AS sebesar 0,54 persen menjadi 97,7 dari posisi sebelumnya 97,1. Diketahui ekonomi AS mengalami pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) cukup solid yakni 2,7 persen di tahun 2025.  

Selain itu, penguatan tersebut turut didorong oleh solidnya daya beli konsumen serta meningkatnya investasi di sektor kecerdasan buatan (AI). Kinerja positif pasar saham AS ini akhirnya mendorong dolar AS kembali menguat di pasar global.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)