Dampak Kemarau, Permukaan Sungai Rhine Turun ke Level Terendah

19 August 2026 16:54

Sejumlah wilayah di kawasan Eropa dilanda musim kemarau ekstrem. Musim kemarau ini membuat permukaan sungai di Eropa turun drastis. Salah satunya Sungai Rhine, di Belanda.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu, 19 Agustus 2026, permukaan sungai Rhine selama kemarau ekstrem turun ke level yang sangat rendah.

Akibatnya, rumah terapung di kawasan Arnhem terdampar di dasar sungai. Sementara tepian sungai semakin terlihat luas. Air yang surut juga mengakibatkan posisi rumah tidak lagi sejajar.

Tidak hanya berdampak pada rumah terapung di Arnhem, penurunan permukaan air sungai Rhine juga menganggu aktivitas pelayaran di kawasan sungai Rhine.

Sungai Rhine sendiri merupakan salah satu jalur air komersial yang penting di Eropa. Sungai ini menjadi jalur untuk mengangkut bahan bakar, bahan kimia, hasil pertanian, dan berbagai muatan kargo lainnya antara pelabuhan utama di Eropa.

Penurunan permukaan air ini membuat kapal-kapal besar tidak mampu untuk berlayar di sungai Rhine karena permukaan air yang turun drastis sehingga menyebabkan beberapa pasokan di Belanda terganggu.

Sementara itu, kemarau ekstrem yang juga melanda Italia justru memunculkan jejak sejarah yang selama ini tenggelam di dasar sungai Tiber.

Kemarau ekstrem yang membuat permukaan sungai Tiber menurun drastis justru memunculkan sisa-sisa jembatan Romawi kuno berusia 2.000 tahun.

Para arkeolog menyebut jika struktur Pons Neronianus atau Jembatan Nero ini diperkirakan telah ada sebelum masa kekaisaran Nero. Diperkirakan jembatan ini telah berdiri sejak tahun 39 Masehi.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X