20 May 2026 14:22
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memaparkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan akan menyiapkan strategi fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dalam pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027, Prabowo menyatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akan dijaga pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per USD.
"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," tutur Prabowo, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Rabu, 20 Mei 2026.
Untuk mendukung berbagai program prioritas dan kebutuhan strategis pemerintah, Prabowo menjelaskan bahwa APBN 2027 menargetkan pendapatan negara sebesar 11,82-12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62-14,80 persen dari PDB.
| Baca Juga: Ketua Komisi XI DPR Ungkap Poin Penting Pembahasan RAPBN 2027 |