22 May 2026 03:07
Upaya internasional untuk menembus blokade ilegal Zionis Israel di Gaza melalui jalur darat menghadapi kendala serius. Delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi jalur darat Global Sumud dilaporkan masih tertahan di wilayah Libya setelah konvoi kemanusiaan mereka dihentikan sementara oleh otoritas setempat.
Berdasarkan laporan lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa, konvoi darat Global Sumud Land Convoy (GSLC) terhenti sejak Senin, 19 Mei 2025, akibat situasi keamanan di jalur perlintasan yang dinilai belum kondusif.
Hingga siaran pers pada 20 Mei 2026, GSLC menyatakan bahwa komunikasi dengan otoritas Libya bagian timur dan Bulan Sabit Merah Libya terputus secara tiba-tiba di perlintasan Sirte. Padahal, sebelumnya telah tercapai kesepakatan awal terkait jaminan kelancaran perjalanan konvoi menuju perbatasan Gaza, Palestina.
Rombongan jalur darat ini terdiri dari berbagai latar belakang profesional, mulai dari dokter, perawat, guru, juru masak, hingga insinyur. Para relawan ini membawa bantuan dan dukungan solidaritas bagi masyarakat Gaza, Palestina.
| Baca juga: Sembilan WNI Relawan GSF Telah Bebas, Akan Dipulangkan Lewat Turki |