14 May 2026 18:17
Memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut berdampak pada kenaikan harga bensin. Menanggapi hal itu, Presiden AS Donald Trump mengusulkan penangguhan pajak bensin federal untuk mengurangi beban masyarakat. Namun, usulan tersebut menuai perdebatan di Kongres Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan terbaru, harga rata-rata bensin nasional di AS saat ini mencapai USD4,52 per galon atau sekitar Rp71 ribu per galon, naik hampir 50 persen dibanding sebelumnya. Kenaikan harga ini dipicu oleh terganggunya pasokan energi global serta meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Meskipun mendapat dukungan dari sejumlah politisi baik Partai Republik maupun Demokrat, kebijakan tersebut tetap memerlukan persetujuan Kongres sehingga tidak dapat diputuskan secara sepihak oleh presiden.
| Baca Juga: Dampingi Trump, Rubio Sebut Tiongkok Hubungan Paling Penting bagi AS |