Jaga Stabilitas Rupiah, BI Maksimalkan Seluruh Instrumen Operasi Moneter

8 April 2026 19:02

Jakarta: Nilai tukar Rupiah pagi ini, Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen ke posisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada perdagangan kemarin akibat tertekan penguatan indeks dolar global.

Menanggapi situasi ini, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan bahwa prioritas BI saat ini adalah menjaga stabilitas kurs rupiah dengan memaksimalkan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang tersedia. 
 

Baca Juga: Rupiah Ditutup Naik 0,54% ke Level Rp17.012/USD

"Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi BI. Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen OM yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Destry, dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Rabu, 8 April 2026.

Destry juga menyebut meski konflik Timur Tengah menimbulkan tekanan, kenaikan harga komoditas juga berdampak positif bagi perekonomian karena posisi Indonesia sebagai negara eksportir. Maka dari itu, tekanan nilai tukar akibat eskalasi konflik dapat dihadapi.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)