Menkeu Pastikan APBN Tetap Terkendali di Tengah Pelemahan Rupiah

8 April 2026 10:54

Jakarta: Pemerintah pastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut disebut telah masuk dalam skenario perhitungan fiskal pemerintah.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, asumsi nilai tukar dalam APBN telah disesuaikan dengan berbagai kemungkinan dinamika global.

“Angka simulasi itu, rupiahnya bukan rupiah APBN yang sebelumnya. Sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih dalam hitungan skenario,” ujar Purbaya, Rabu, 8 April 2026.
 



Ia menambahkan, pemerintah menyerahkan pengelolaan stabilitas nilai tukar kepada bank sentral sebagai otoritas yang berwenang. Pemerintah, kata dia, fokus menjaga efektivitas belanja negara agar tetap berdampak pada perekonomian.

“Kalau rupiah, kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya. Saya percaya dia bisa membetulkan. Pemerintah memastikan belanjanya tepat waktu, tepat sasaran, dan tidak ada yang bocor,” kata Purbaya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mendistribusikan belanja negara secara lebih merata sepanjang tahun. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun yang dinilai kurang optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Belanja kita upayakan lebih merata sepanjang tahun, supaya dampak ekonominya lebih optimal,” katanya.

Pemerintah juga terus mendorong perbaikan iklim investasi melalui berbagai inisiatif, termasuk penguatan satuan tugas percepatan investasi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis kondisi fiskal tetap terjaga dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)