Fenomena Ngopi di Kalangan Ibu Rumah Tangga

14 August 2024 10:56

Meningkatnya harga kopi bukan hanya dirasakan oleh para pedagang kopi keliling, namun juga pedagang kelontong dan ibu rumah tangga (IRT). Dari dulu hingga sekarang, kopi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. 

Salah satu pemilik toko kelontong, Nabil mengungkapkan meningkatnya harga kopi memengaruhi harga kopi saset di tokonya. Dirinya mengaku harus menaikkan harga jual kopi meski pedagang menyebut minat masyarakat terhadap kopi tetap tinggi.

"Untuk skala pembelian biarpun naik masih ada saja yang beli, maksudnya masih stabil," kata Nabil. 

Hal Senada juga diungkapkan oleh pemilik toko kelontong lainnya. Mereka mengungkapkan kenaikan harga kopi tidak berdampak pada penjualan kopi. 

Mereka menyebut kopi telah menjadi kebutuhan konsumen. Sehingga, tidak memerlukan strategi khusus untuk menjual kopi sachet di tengah meningkatnya harga kopi.

"Kalau pembeli biasa saja, mahal saja banyak yang cari," ujat pemilik toko kelontong, Tiwi.
 

Baca juga: Kenaikan Konsumsi Kopi Tak Dibarengi Peningkatan Produksi

Kopi merupakan minuman yang memiliki tempat istimewa di hati penggemarnya. Bahkan dalam kebutuhan sehari-hari, kopi tak luput dalam daftar belanja rumah tangga.

Meski mengaku keberatan dengan naiknya harga kopi karena harus meningkatkan anggaran belanja kebutuhan sehari-hari, namun sejumlah ibu rumah tangga tetap rela membeli kopi.

"Tetap beli walaupun harganya melambung," ungkap seorang IRT bernama Yani.

Kebanyakan masyarakat tidak mempermasalahkan kenaikan harga kopi karena berkaitan dengan selera. Harga naik pun tak jadi masalah. Meski belakangan harga kopi mengalami kenaikan, nyatanya hal tersebut tidak mempengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febriari)