Lampung: Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diwarnai dengan penampilan istimewa dari anak-anak disabilitas di Lampung. Paguyuban Sadila Lampung menggelar pementasan seni bertajuk Teater Kabaret Sahabat di Taman Budaya Provinsi Lampung, yang sukses memukau para penonton.
Dalam pementasan tersebut, para pemain membawakan kisah legendaris Nusantara “Garuda Wisnu Kencana”. Meski memiliki keterbatasan, anak-anak disabilitas mampu tampil percaya diri dan mengekspresikan karakter dengan penuh penghayatan di atas panggung.
Ketua pelaksana kegiatan, Shiva Ramadhani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Selain sebagai hiburan, pementasan ini juga menjadi bagian dari perayaan Hardiknas sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Theater Kabaret Sadila ini memang acara tahunan yang sudah berjalan empat tahun. Tahun ini kebetulan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, dan kami mengangkat tema Garuda Wisnu Kencana sebagai bagian dari cerita Nusantara,” ujar Shiva.
Ia menambahkan, pemilihan tema tersebut bertujuan untuk terus mengangkat kekayaan budaya Indonesia, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak
disabilitas untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan mereka.
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang
inklusi sosial. Shiva menegaskan bahwa pementasan ini merupakan bentuk advokasi untuk menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas.
“Pesan dari teater ini adalah menyampaikan kepada masyarakat bahwa anak-anak disabilitas juga mampu, dan mereka terus berusaha untuk sejajar dengan teman-teman non-disabilitas,” lanjutnya.
Proses latihan sendiri memakan waktu sekitar tiga bulan. Namun, perjalanan tersebut tidak tanpa tantangan. Menurut Shiva, menjaga fokus para peserta menjadi salah satu kendala utama, mengingat beragam kondisi
disabilitas yang dimiliki para pemain.
“Kesulitannya memang dalam melatih fokus anak-anak. Ada yang mudah terdistraksi, ada yang kesulitan mempertahankan konsentrasi. Jadi dibutuhkan kesabaran ekstra dalam proses latihan,” ungkapnya.
Meski demikian, kerja keras tersebut terbayar dengan penampilan yang memukau dan penuh semangat. Pementasan ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi bagi anak-anak disabilitas, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi.