Jakarta: Dari ribuan rumah dan fasilitas umum yang terdampak
gempa NTT hingga bantuan dan juga upaya pemulihan yang terus bergerak. Namun, di tengah proses bangkit, ancaman
gempa susulan masih membayangi warga.
Jumlah rumah mengalami kerusakan
Data sampai dengan 25 Agustus
BNPB mencatat 77.912 rumah mengalami kerusakan di tujuh kabupaten. 24.597 rumah dikategorikan rusak berat, 18.537 rumah rusak sedang, dan 34.776 rusak ringan. Sementara itu, kerusakan tersebar di beberapa kabupaten mulai dari Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan juga Sikka.
Sekolah terdampak, pembelajaran terganggu
Tapi dampak gempa tidak hanya merusak rumah atau tempat tinggal, tapi berdampak juga terhadap sekolah. Aktivitas belajar juga terpengaruh, akibatnya ribuan anak harus menyesuaikan mulai dari libur sementara atau belajar di tempat-tempat sementara. Ada 1.378 satuan pendidikan yang terdampak dengan lebih dari 177.000 murid yang terdampak.
Dari 8.664 ruang kelas, lebih dari 5.500 mengalami kerusakan. Bahkan 2.229 ruang kelas dikategorikan rusak berat atau rusak total. Termasuk hal-hal penunjang lain seperti laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan juga rumah dinas guru.
Kondisi ini juga memaksa sekolah menyesuaikan pola pembelajaran selama masa pemulihan gempa. Ada 923 sekolah yang belajar dari rumah, kemudian 171 sekolah melaksanakan pembelajaran secara daring atau online, dan 35 sekolah menggunakan kelas darurat. Sementara hanya 30 sekolah yang melakukan pembelajaran secara tatap muka.
Bantuan mengalir ke wilayah terdampak
Sementara proses pengiriman bantuan saat ini terus berlangsung dan mengalir ke wilayah terdampak. Sepanjang tanggal 15 hingga 21 Agustus, ada 778 ton bantuan telah disalurkan. Mulai dari pangan dan sembako, air minum, tenda, matras dan selimut, jenset, hingga perlengkapan kesehatan pemirsa.
Untuk teknis pendistribusiannya dilakukan melalui jalur darat, laut dan udara. Dan pada 24 Agustus, pemerintah kembali mengirimkan 31 ton logistik siap makan ke NTT.
Sementara kalau dari pemerintah pusat, ada Rp200 miliar dana bantuan yang telah disalurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Namun tentunya dari bantuan-bantuan yang terus mengalir ini, proses pemulihan belum berarti berakhir karena masih terus dilakukan. Karena aktivitas kegempaan juga masih terus terjadi di wilayah NTT.
Ancaman gempa susulan
Sampai dengan terakhir 26 Agustus,
BMKG mencatat ada 7.429 gempa susulanan. Gempa terbesar tercatat bermagnitudo 6,2. Dan ada sebanyak 33 gempa berkekuatan di atas magnitudo 5.
Serta yang dirasakan sekali getarannya atau guncangan oleh masyarakat yakni ada 143 gempa. Kondisi ini membuat kewaspadaan dan percepatan pemulihan harus berjalan bersamaan.
Pemulihan ekonomi pascagempa
Kementerian Keuangan juga mengucurkan dana sebesar Rp44 miliar untuk penanganan dan juga pemulihan pascabencana. Di lapangan sendiri Kementerian Pekerjaan Umum juga menerjunkan sejumlah alat berat untuk bisa membuka akses jalanan tertimbun dan sebisa mungkin memulihkan konektivitas dengan cepat. Selain itu juga ada perbaikan dermaga di Nagekeo, kemudian pemulihan fasilitas air bersih, serta energi dan infrastruktur distribusi juga terus dikebut.
Dari rumah yang rusak, sekolah yang terganggu hingga akses yang terputus, ini yang jadi fokus utama. Dan pemulihan
NTT kini bergerak untuk memastikan bahwa kehidupan warga bisa kembali berjalan dan diharapkan nantinya warga perlahan bisa kembali hidup normal dan kembali ke rumah masing-masing.
Sumber: Redaksi Metro TV/BNPB