Jakarta: Bicara soal menembus arus deras dan kedalaman laut, Tim Basarnas Special Group atau BSG terus berpacu dengan waktu untuk bisa mencari korban kapal tenggelam yang belum ditemukan saat ini. Di Laut Jawa, upaya penyelamatan terus dimaksimalkan untuk menemukan ratusan penumpang lain yang dinyatakan masih hilang.
Korban yang belum ditemukan
Dari 243 penumpang kapal, 123 sudah ditemukan, 108 selamat, 15 dinyatakan meninggal dunia. Ini adalah informasi terkini yang disampaikan oleh tim SAR dan masih dilakukan pencarian untuk 120 orang lainnya saat ini. Basarnas juga sudah memperpanjang operasi SAR selama tujuh hari sampai dengan tanggal 26 September 2026.
Teknik penyelaman dan peralatan
BSG mengerahkan penyelam khusus untuk menyisir bagian dalam kapal, karena saat ini fokusnya adalah mencari jenazah ataupun korban yang masih terjebak di dalam bangkai kapal.
Sebelum menyelam, tim menggunakan robot bawah air untuk memetakan di mana saja lorong-lorong kapal supaya area pencarian ini lebih terarah. Pada operasi 20 September lalu, ada enam penyelam yang diterjunkan untuk menembus titik terjebaknya para korban.
Para korban yang dievakuasi ini langsung dibawa ke KN SAR Kamajaya lalu diterbangkan dengan menggunakan helikopter Basarnas menuju ke Bandar Baru. Operasi bawah air itu dilakukan dengan menggunakan ROV, Remotely Operated Vehicle. Ini adalah robot bawah air yang digunakan untuk memetakan bagaimana sebenarnya tirainnya di bagian bawah laut sana. Jadi, teknik penyelaman dan peralatan BSG.
Kendala dan hambatan
Ada beberapa kendala dan hambatan yang ditemukan oleh tim SAR pada saat melakukan proses pencarian dan juga evakuasi di bawah laut. Bangkai kapal ini berada di kedalaman 29 meter dan sempat bergeser dalam pencarian yang dilakukan sekitar pada hari ke-8, pada hari ke-9. Hari ini sudah memasuki hari ke-10.
Arus bawah laut itu sangat kuat, sebelumnya mencapai sekitar 6 sampai dengan 8 knot. Sehingga penyelaman harus menunggu kondisi supaya bisa lebih aman. Barulah para penyelam akan kembali melakukan pencarian dan evakuasi. Kemudian ada lagi yang harus diperhatikan, yaitu soal jarak pandang. Karena di bawah laut ternyata jarak pandangnya cukup terbatas.
Ada satu lagi yang ekstra hati-hati adalah soal perubahan tekanan udara pada saat tim penyelam masuk ke dalam ruangan kapal. Ini juga perlu diperhatikan karena bisa jadi mempengaruhi keselamatan tim SAR yang melakukan penyelaman.
Sekarang posisinya ada di sekitar 29 meter di bawah permukaan laut. Perlu strategi khusus, kewaspadaan, dan kehati-hatian bagi para penyelam yang mungkin akan melakukan proses pencarian dan juga evakuasi hari ini.
Pencarian korban KM Virgo hari ini sudah memasuki tahap penting. BSG diturunkan untuk melakukan penyelaman dan pencarian di lokasi yang menjadi titik pencarian utama.
Sumber: Redaksi Metro TV