Menteri Jumur Kritik Negara Maju Lepas Tanggung Jawab Jaga Lingkungan

20 August 2026 15:02

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat dengan tegas mengkritik negara maju yang mangkir dari tanggung jawab kolektif dalam mengatasi polusi dan perubahan iklim. Kritik ini disampaikan Jumhur dalam pertemuan menteri lingkungan negara-negara BRICS di New Delhi, India.

“Di saat kita sedang berjuang untuk menjaga lingkungan, memang kita agak menyayangkan, ternyata ada negara-negara besar gitu ya, yang seolah menarik diri dari urusan lingkungan hidup. Padahal negara-negara itu juga penyumbang polutan yang besar," ujar Jumhur, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Dalam pertemuan BRICS  yang diikuti oleh 10 dari 11 negara anggota, Jumhur menegaskan jika negara dengan kekuatan ekonomi besar masih memberikan kontribusi yang signifikan dalam menambah emisi karbon.

Jumhur juga menyampaikan bahwa Indonesia menempatkan adaptasi iklim sebagai pilar utama dalam program pembangunan berkelanjutan.

Dia berpendapat jika perlindungan keanekaragaman hayati, baik darat maupun laut, merupakan pondasi penting untuk menjaga ketahanan iklim dan keberlanjutan ekonomi.

Tidak hanya menyampaikan visi dan misi Indonesia, Jumhur turut memperkenalkan pengetahuan tradisional masyarakat Indonesia dalam menjaga alam, seperti penggunaan sistem irigasi Subak di Bali, Sasi Lompa di Maluku dan Awig-awig di Bali.

Praktik tradisional ini dinilai dapat menjadi solusi dalam menjaga kelestarian alam dan menghadapi dampak perubahan iklim.

Tentunya pandangan Indonesia dalam hal lingkungan sejalan dengan BRICS, yaitu memiliki komitmen kuat dalam menjaga lingkungan, terutama dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, pengelolaan sampah plastik, dan sebagainya.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X