Jakarta: Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, pemerintah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) secara masif, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan, termasuk untuk mengurangi kabut asap akibat karhutla. Menurut Faisal, operasi modifikasi cuaca ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.
Kepala BMKG menyebut, saat ini sembilan pesawat dioperasikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dan enam pesawat lainnya diterjunkan di Sumatra Selatan.
"Harapannya, minggu ini menjadi periode basah sehingga ada potensi hujan. Kami akan bekerja keras untuk memadamkan semaksimal mungkin kebakaran yang terjadi, khususnya di dua provinsi yang saat ini masih memiliki tingkat kebakaran cukup tinggi, yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah," kata Teuku Faisal Fathani.
BMKG memperkirakan, potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah terdampak seperti Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan meningkat hingga lima hari ke depan.
Lebih lanjut menurut Faisal, sesuai arahan Presiden, BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, dan Kementerian terkait, melakukan OMC dengan menggabungkan penggunaan bahan semai
dry ice atau es kering, serta natrium klorida atau garam.
Sejumlah pesawat milik TNI, termasuk Hercules dan CN-295 dilibatkan untuk mendukung operasi ini.
"Atas arahan Bapak Presiden, operasi ini dilaksanakan secara masif. Kami juga menggunakan pesawat Hercules, CN-295, dan pesawat lain milik TNI," ujar Faisal.