Rudal Hantam Bandara Riyadh, 12 Tewas

11 October 2026 22:17

Serangan rudal yang diduga berasal dari kelompok pemberontak Houthi Yaman kembali menghantam fasilitas Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026 waktu setempat. Serangan menewaskan 12 orang, melukai 309 lainnya, dan melumpuhkan seluruh aktivitas penerbangan.

Korban tewas terdiri dari empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. General Authority of Civil Aviation (GACA) saat ini telah menghentikan operasional bandara untuk mengevakuasi korban dan mendata kerusakan fasilitas.
 



Serangan ini terjadi hanya beberapa hari usai kelompok Houthi mengklaim serangan serupa di bandara yang sama. Merespons eskalasi konflik yang makin memanas, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Inggris, dan Spanyol di Riyadh telah mengeluarkan peringatan darurat agar warganya menghindari area bandara.

Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya tengah mengevaluasi situasi dan mengisyaratkan keputusan respons militer akan segera diambil. Saat ditanya peluang AS bergabung dengan serangan balasan Arab Saudi terhadap Houthi, Trump membuka opsi tersebut.

"Mungkin saja. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan ini dan akan bergerak sangat cepat," tegas Trump dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Minggu 11 Oktober 2026.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X