Antisipasi Dampak Kemarau, Pemkap Gunungkidul Siapkan Ratusan Tangki Dropping Air

26 June 2026 10:21

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyiapkan berbagai langkah antisipasi darurat menghadapi musim kemarau. Salah satunya dengan menghidupkan dan merawat kembali sumber-sumber air agar bisa dimanfaatkan masyarakat, sehingga mengurangi volume dropping air.

Sebagai langkah kedaruratan tahun ini, Pemkab Gunungkidul berencana melakukan dropping air sejumlah 600 tangki, dengan total anggaran Rp350 juta. Sasarannya 12 kapanewon yang paling terdampak musim kemarau.

Pemkab Gunungkidul juga menyalurkan 20 tampungan air yang bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat, meski ditempatkan di area masjid di masing-masing wilayah.
 



Sementara sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Gunungkidul melalui PDAM Tirta Handayani terus melakukan optimalisasi dan perluasan layanan air bersih. 

Tahun ini, PDAM Tirta Handayani meningkatkan kapasitas pompa di tiga titik, yakni Pacarejo Kapanewon Semanu, Itrayu Kapanewon Girisubo, dan Suling Kapanewon Girisubo.

"Jadi PDAM ini setiap minggu kita minta laporannya apa yang sudah dilakukan dan wilayah-wilayah yang memang sebenarnya punya sumber air untuk digali yang dimungkinkan nanti bisa dibuat IKK sendiri didekatkan dengan konsumen airnya. Karena kalau terlalu jauh dengan sumber airnya bersama konsumen membutuhkan biaya yang besar," ujar Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut BPBD, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan tahun lalu yang merupakan musim kemarau basah. Dengan berbagai upaya kedaruratan maupun peningkatan layanan air bersih dan optimalisasi sumber air, diharapkan dapat mengikis dampak kemarau yang dirasakan warga. Dengan demikian, anggaran kedaruratan dropping air dapat terus ditekan.






(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X