Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menata Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, setelah tidak dilakukan pengerukan secara menyeluruh selama hampir 60 tahun. Penataan bantaran sungai akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta di tengah padatnya permukiman.
Menurut warga, sebelumnya pembersihan sedimentasi lebih sering dilakukan secara manual karena mobilisasi alat berat ke lokasi cukup sulit. Sedimentasi yang diangkut menggunakan karung membuat proses pengerukan berlangsung lambat, sehingga endapan di dasar kali seperti tidak kunjung selesai ditangani.
Kini sepanjang 2,3 km aliran kali akan dikeruk dengan penataan bantaran yang disebut tidak akan disertai penggusuran warga.
Suhanda, warga yang telah tinggal di kawasan ini sejak tahun 1970-an, mengaku pernah merasakan kondisi Anak Kali Krukut yang lebih bersih. Sangking bersihnya dapat dimanfaatkan untuk mencuci dan mandi.
Namun seiring bertambahnya kepadatan penduduk, sampah dan timbulan di sekitar bantaran mulai menjadi persoalan. Meski warga bersama pihak kelurahan dan RT setempat berulang kali melakukan pembersihan, Suhanda menyebut banjir memang pernah terjadi. Bahkan air sempat menutupi sebagian bantaran.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak terjadi secara rutin dalam beberapa tahun terakhir. Oleh sebab itu, warga menyambut baik penataan jika benar dilakukan tanpa penggusuran, namun tetap mengkhawatirkan dampak pengerukan terhadap bangunan dan bantaran tempat mereka bermukim.
"Cuman yang saya khawatirkan kalau ini dikeruk didalemin ya, emang buat warga tuh bagus ya, cuman yang saya khawatirkan ini bantaran ini kira-kira keganggu enggak. Gitu doang," kata Suhanda, dalam program Metro Siang Metro TV, Kamis, 8 Oktober 2026.
Selain Suhanda, Anwar, warga lainnya, yang telah puluhan tahun tinggal di sekitar Anak Kali Krukut, menilai sampah masih menjadi salah satu persoalan utama di kawasan tersebut. Dirinya mendukung penataan kali, namun mengaku khawatir proses pengerukan dan pengurukan dapat mempengaruhi kondisi bangunan di sekitar bantaran. Terutama jika tidak ditopang fondasi yang memadai.
"Soalnya kita lihat nih kayak bondel di tanggul kan ada tuh yang rumahnya roboh. Ah itu dasarnya pengeruk-pengerukan roboh, separuh sudah nungging gitu. Nanti di sini takut nih warga ngambil sedalam-dalamnya ini pengaruh enggak gitu dari tembok ada ngeretak atau apa, itu aja yang kita khawatirkan," kata Anwar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa penanganan Anak Kali Krukut kini tidak lagi hanya diarahkan pada pengerukan sedimentasi, tetapi juga penataan kawasan secara menyeluruh. Kawasan sepanjang 2,3 km ini akan dilengkapi dengan turap, pembenahan MCK komunal, hingga penghijauan dengan target pekerjaan fisik dimulai pada awal 2027 dan rampung pada 2028.
Proses pengerukan yang saat ini terbagi dalam lima segmen masih menghadapi sejumlah kendala. Terutama keterbatasan ruang untuk mobilisasi alat berat dan pengangkutan material kerukan
Di segmen lain progres penanganan masih beragam dengan segmen 1A belum memasuki pengerukan, segmen 2 baru mencapai 35 meter dari 430 meter, serta segmen 3 sepanjang 880 meter masih dalam tahap perencanaan. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak ulasan selengkapnya dalam video di atas.