.,
18 February 2026 14:58
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pemulihan Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, melaporkan ada 29 desa yang hilang imbas dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Dari jumlah tersebut, Aceh paling banyak dengan 21 desa yang hilang.
"Di Aceh paling banyak, yaitu 21 desa hilang. Sumut ada delapan desa dan Sumatra Barat (Sumbar) Alhamdulillah tidak ada desa yang hilang," ujar Tito, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu, 18 Februari 2026.
Pemerintah, kata Tito, telah menyiapkan sejumlah strategi. Desa yang hilang tersebut bisa dibangun kembali, atau dihilangkan dalam administrasi pemerintahan.
"Ini juga perlu penyelesaian relokasi dan juga administrasi pemerintahan desa nantinya," kata Tito.
Selain itu, dalam menghadapi bencana tersebut, pemerintah telah melakukan mobilisasi bantuan langsung di bawah pimpinan Presiden Prabowo sejak hari pertama bencana. Tak hanya personel, ada banyak juga alutsista yang dikirim oleh pihak TNI dan Polri
"Untuk peralatan saya ulangi jumlah totalnya adalah 90.109 personel yang dikerahkan mulai dari awal sampai dengan pada saat masa darurat. Kemudian untuk alutsista yang dikirim dari TNI itu sebanyak 80 unit, baik pesawat, kemudian helikopter, kapal sebagaimana dalam data. Polri juga mengirimkan 17 unit mulai dari pesawat, helikopter, dan kapal. Alat berat juga dikerahkan sebanyak 2.185. Di Aceh ada 1.358 ekskavator, beko, dan lain-lain," kata Tito.
Semenjak Satgas dibentuk pada tanggal 8 Januari 2026, Tito mengungkap bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat sebanyak 24 kali. Hal tersebut dilakukan untuk mempelajari peta masalah, rapat bersama dengan seluruh bupati dan wali kota melalui Zoom meeting.
"Pada 12 Januari Satgas turun juga ke Sumatra Utara dengan seluruh unsur untuk memetakan masalah mereka. Masalah juga dipetakan di Sumatra Barat pada 13 Januari," ucap Tito.