Pantau Pemulihan Bencana Sumatra, DPR Gelar Rakor dengan Pemerintah

Ketua Satgas Galapana sekaligus Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Metro TV.

Pantau Pemulihan Bencana Sumatra, DPR Gelar Rakor dengan Pemerintah

Anggi Tondi Martaon • 18 February 2026 11:11

Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana (Galapana) DPR menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra dari pihak pemerintah. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti rakor yang dilakukan di Banda Aceh pada bulan lalu.

Adapun perwakilan pemerintah yang hadir yaitu Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Sumatra sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Mentri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, dan sejumlah pimpinan kementerian lembaga lainnya.

"Pada hari ini kita akan mengadakan rapat evaluasi penanganan pascabencana alam Sumatra yang kita hadirkan menteri-menteri terkait sehubungan evaluasi dan koordinasi saat rapat terakhir di Banda Aceh pada 10 Januari 2026," kata Ketua Satgas Galapana DPR Sufmi Dasco Ahmad dikutip dari Metro TV, Rabu, 18 Februari 2026.

Wakil Ketua DPR itu menjelaskan sejumlah kesimpulan rapat yang bakal ditindaklanjuti yaitu target roda pemerintahan berjalan normal sebelum puasa Ramadan 2026. Menurut Dasco, hal itu sudah terpenuhi.

"Dan alahmadulillah kita monitor bahwa hanya tinggal sedikit yg masih tersendat jalannya," ungkap Dasco.

Selanjutnya soal normalisasi sungai. Menurut dia, pekerjaan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

Satgas Galapana menggelar rakor bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra. Foto: Metro TV.

Kemudian soal penanganan infrastruktur daerah terisolir. Menurut Dasco, sudah tidak ada daerah terisolir di Aceh.

"Walaupun medannya berat tetapi sudah tidak ada terisolir. Dan normalisasi sungai masih berjalan hingga saat ini," sebut Dasco.

Satgas Galapana juga ingin memantau progres pembangunan hunian sementara (huntara). "Kemudian penyediaan huntara yaang akan kita dengar hari ini progresnya sudah sejauh mana dan pembersihan lingkungan," ujar Dasco.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)