NasDem Pancasila Fest 2026, Pelajar Simulasi Rapat Paripurna hingga Perkuat Literasi Digital

18 June 2026 18:30

Jakarta: NasDem Pancasila Fest 2026 memasuki hari kedua pada hari ini, Kamis, 18 Juni 2026. Sebanyak sekitar 1.000 peserta atau 1.000 pelajar dari 20 SMA di Jabodetabek turut meramaikan kegiatan NasDem Pancasila Fest 2026 hari ini. 

Berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, NasDem Pancasila Fest 2026 mengusung tema Youth Parlemen Kreatif, Sehat, dan juga Berdaya di Era Digital. 

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica berkesempatan memberikan materi kepada para peserta pelajar. Dia merasa senang bisa berdialog langsung dengan para pelajar.

"Senang sekali ya, karena tadi kita langsung berdialog interaktif beserta bersama dengan 500 adik-adik pelajar se-Jabodetabek," ujar Cindy, dalam program Newsline Metro TV.

Menurut Cindy, NasDem Pancasila Fest 2026 memberikan pengalaman berharga kepada para pelajar. Mereka tidak hanya belajar teori soal berbangsa dan bernegara, namun juga mempraktikannya.

"Di mana mereka tidak hanya belajar simulasi untuk menjadi anggota dewan. Ini simulasi sidang paripurna, tetapi juga menyampaikan apa saja yang menjadi aspirasi mereka kepada kami," ujar Cindy.


(Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica. Foto: tangkap layar Metro TV)

 



Dengan learning from the experience, kata Cindy, para pelajar bisa langsung merasakan pengalaman bagaimana alur atau proses demokrasi di Indonesia itu berjalan. Hal ini dapat melengkapi pembelajar teori yang sudah didapatkan pelajar di sekolahnya masing-masing.

"Critical thinking theoreticalnya dapat dari buku dan sekolah yang mereka pelajari. Experience-nya langsung dialami tepat pada hari ini dan kemarin, langsung dimentori oleh anggota DPR dari Fraksi NasDem," tutur Cindy.

Cindy memandang ada dua nilai yang bisa didapatkan para pelajar dari acara NasDem Pancasila Fest 2026. Pertama, soal demokrasi. Kedua, soal Pancasila. Selain itu, para pelajar juga mendapatkan program literasi digital dan juga literasi AI.

"ini tentu adalah program penunjang agar anak-anak generasi Gen Z seperti kami ini bisa lebih bijak lagi menggunakan media sosial yang ada, dan memilah-milah informasi ataupun hoaks yang beredar di internet," ucapnya.


(Gervin Nathaniel Purba)