Nattasya Amani Vrazeti • 2 September 2026 20:44
Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta masyarakat khususnya kelompok rentan seperti bayi, balita, hingga lansia, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas polusi udara memburuk.
Imbauan ini dikeluarkan guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Pokoknya yang penting terutama untuk kelompok rentan, bayi, balita, lansia, harus lebih berhati-hati. Kalau memang ketika kondisi udara enggak bagus ya, kalau bisa tidak keluar, ya sebaiknya tidak keluar," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 2 September 2026.
Ia menambahkan apabila terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi polusi udara yang tidak sehat, masyarakat diharapkan untuk selalu mengunakan alat pelindung diri yang memadai, seperti masker.
"Kalau pun harus beraktivitas, kalau kondisinya sedang tidak baik, boleh pakai pelindung seperti masker," lanjutnya.
Ani menjelaskan peningkatan polusi udara memang berbanding lurus dengan tingginya potensi penularan penyakit saluran pernapasan, salah satunya ISPA. Ia juga mencontohkan beberapa penyakit lain yang dapat timbul karena polusi udara.
"Prinsipnya adalah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, gitu. Dan itu akan diperburuk pada orang yang memang sudah punya penyakit penyerta, seperti asma atau sakit paru-paru," jelas Ani.
Guna mencegah dampak yang lebih fatal, Ani meminta masyarakat yang mulai merasakan gejala gangguan pernapasan untuk tidak menunda pengobatan dan segera memeriksakan diri.
"Kalau sudah merasa ada gejala, langsung datang saja ke faskes (fasilitas kesehatan) supaya bisa dapat pertolongan dengan cepat," tegasnya.
Jaga daya tahan tubuh
Selain itu, pihak Dinkes DKI Jakarta juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh serta konsistensi menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari demi menangkal risiko penyakit akibat paparan polusi.
Diketahui, mengutip dari Antara, Kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif sehingga mereka disarankan menghindari aktivitas di luar rumah, demikian menurut laman IQAir pada Rabu pagi, dengan pembaruan pada pukul 06.00 WIB.
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 127 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 46,3 mikrogram per meter kubik atau 9,3 kali lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Nattasya Amani)