Menkeu Purbaya Tuding Bank Dunia Tak Akurat Bikin Proyeksi Ekonomi RI

10 April 2026 18:27

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Bank Dunia sebesar 4,7 persen. Ia menilai perhitungan tersebut tidak akurat dan berpotensi memicu sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.

Dikutip dari tayangan Newsline Bisnis Metro TV, Jum'at 10 April 2026, Purbaya menegaskan bahwa kinerja ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang kuat pada kuartal pertama 2026.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional bahkan berpotensi mencapai di atas 5,6 persen. Lebih optimistis dibandingkan proyeksi yang dirilis Bank Dunia, yaitu 4,7 persen.



Pemerintah, lanjut Purbaya, tetap fokus menjaga fundamental ekonomi melalui berbagai langkah strategis. Termasuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta memperbaiki iklim investasi.

Ia juga menilai proyeksi Bank Dunia kemungkinan dipengaruhi oleh asumsi tingginya harga minyak mentah global. Menurutnya, faktor tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan kondisi ekonomi dunia.


Sebagai informasi, dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026, lebih rendah dibandingkan proyeksi Oktober 2025 sebesar 4,8 persen.

Bank Dunia menyebut perlambatan tersebut dipengaruhi tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional (risk-off sentiment).

Meski demikian, lembaga tersebut menilai dampak tekanan sebagian dapat diimbangi oleh pendapatan dari sektor komoditas dan berbagai inisiatif investasi yang didorong pemerintah.

Selain itu, Indonesia dinilai masih memiliki penyangga ekonomi, termasuk dari ekspor komoditas, yang dapat membantu meredam dampak kenaikan biaya energi dalam jangka pendek.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)