Menkeu Blak-blakan Ungkap Alasan Tahan Harga BBM Subsidi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.

Menkeu Blak-blakan Ungkap Alasan Tahan Harga BBM Subsidi

Husen Miftahudin • 8 April 2026 06:34

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan pemerintah menahan subsidi bahan bakar minyak (BBM), yakni untuk menjaga laju ekonomi agar tidak melambat.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Menurut dia, kenaikan harga BBM justru dinilai akan meningkatkan beban hidup masyarakat, meski langkah tersebut kerap dianggap dapat memperluas ruang fiskal.

"Yang pertama, yang jelas ketika BBM naik, beban hidup rakyat banyak, utamanya yang (berpenghasilan) kecil kan terganggu," jelas Purbaya seperti dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.

Selain itu, dari sisi ekonomi, kenaikan harga BBM hanya akan mengalihkan beban dari pemerintah kepada masyarakat. "Yang kedua kalau dari sisi ekonomi itu kan tinggal mindahin, kalau saya naikkin BBM-nya, uangnya jadi punya saya, tapi rakyat harus bayar lebih dan itu bisa melambatkan ekonominya," tambah dia.
 

Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Gak Naik Sampai Akhir Tahun, Purbaya: Masyarakat Gak Usah Takut!


(Ilustrasi BBM. Foto: dok MI/Panca Syurkani)
 

Jaga keseimbangan stabilitas fiskal dan perlindungan masyarakat


Purbaya pun mempertanyakan apakah pemerintah mampu mengelola tambahan ruang fiskal itu seefisien masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut dia, dalam jangka pendek, masyarakat justru cenderung lebih efisien dalam menggunakan uang tersebut.

"Kalau masyarakat yang belanjakan, itu sesuai kebutuhan sehingga lebih tepat sasaran. Kalau pemerintah, bisa saja dibagi rata ke kementerian atau lembaga sehingga efisiensinya berkurang," beber Bendahara Negara itu.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan kebijakan ini juga sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan perlindungan masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Ia menambahkan, arah kebijakan efisiensi anggaran tetap dijalankan, namun tidak dilakukan melalui kenaikan harga energi yang berpotensi menekan konsumsi rumah tangga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)