15 August 2026 16:03
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengelolaan sampah perkotaan melalui pemanfaatan teknologi berbasis konsep Smart City. Langkah ini diambil guna menciptakan sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif dan efisien, mulai dari hulu hingga ke hilir.
Dalam keterangannya, Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengimplementasikan program Waste to Energy melalui pembangunan instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
"Indonesia mulai melaksanakan program yang disebut dengan Waste to Energy lewat pendirian instalasi PSEL. Indonesia sekarang akan meng-cover paling tidak 33 daerah dengan berbagai tingkatan, termasuk daerah tunggal maupun aglomerasi," ujar Safrizal dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Strategi ini mengintegrasikan dua sisi utama. Di sisi hulu, masyarakat didorong untuk melakukan aksi mandiri seperti mengurangi sampah (reduce), menggunakan kembali (reuse), mendaur ulang (recycle), serta memilah sampah langsung dari sumbernya. Sementara di sisi hilir, sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi akan diolah melalui instalasi PSEL menjadi sumber energi listrik.
Penerapan teknologi dalam kerangka Smart City ini dinilai bukan sekadar sarana digitalisasi, melainkan solusi nyata untuk membantu pemerintah daerah mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan teknologi terpadu ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sebelum masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Program ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah dalam mewujudkan Smart Environment di seluruh wilayah Indonesia.