6 November 2026 13:13
Pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus USD114 per barel. Fluktuasi harga energi global tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memberikan tekanan terhadap stabilitas fiskal dan ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kenaikan harga minyak dunia turut memengaruhi kondisi pasar keuangan domestik. Salah satu dampaknya terlihat dari kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN).
Meski harga minyak dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan penurunan, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kemampuan APBN dalam meredam guncangan eksternal (shock absorber).
"Efek dari luar negeri di dunia ini terlihat harga minyak meningkat. Meskipun dalam beberapa hari ini agak turun, tetapi pernah USD113 bahkan USD114 per barel. Ini membuat kita harus melakukan kesiapsiagaan untuk APBN-nya," ujar Suahasil dikutip dar tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jumat, 6 November 2026.