Teheran: Pemerintah Arab Saudi disebut telah mencegat serangan drone dari Iran yang mendekati kilang minyak terbesar di Timur Tengah milik Saudi Aramco, di Ras Tanura. Namun Iran membantah militernya terlibat dalam serangan ini
Pemerintah Iran membantah militernya terlibat dalam serangan yang merusak kilang minyak terbesar di Timur Tengah milik Saudi Aramco, di Ras Tanura, Arab Saudi. Pihaknya tidak terlibat dalam serangan tersebut.
Dalam citra satelit yang diambil oleh Vantor menunjukkan kerusakan di kilang minyak Saudi Aramco, di dekat Dammam, Arab Saudi. Pihak berwenang menutup kilang ini sebagai langkah pencegahan
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menegaskan bahwa pemerintah Iran sama sekali tidak menargetkan kilang minyak di negara-negara Timur Tengah.
Sebagai informasi, Ras Tanura terletak di pantai timur Arab Saudi di sepanjang Teluk Persia. Kawasan tersebut menjadi salah satu pusat penyulingan dan ekspor minyak utama kerajaan.
Sementara itu, Indonesia mengimpor elpiji sebanyak 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini naik menjadi 7,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, Indonesia mengimpor elpiji dari Saudi Aramco sebanyak 30 persen.
Namun, pemerintah Indonesia memutuskan untuk mencari sumber alternatif lain untuk sementara ini. Sambil menunggu situasi yang kondusif di Timur Tengah.
"Kita tahu bahwa dari informasi dinamika ketegangan di Timur Tengah juga terkait Saudi Aramco, itu juga terkena (dampak) dari penutupan Selat Hormuz. Maka alternatifnya adalah kita swip lagi supaya kita tidak mau ambil risiko, sebagiannya (impor elpiji) kita swip lagi untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (
ESDM)
Bahlil Lahadalia.