Niat Investasi Pakai THR, Ujungnya Boncos? Ini Penyebabnya-Edukasi Ekonomi

Ade Hapsari Lestarini • 29 March 2026 07:01

Jakarta: Momentum Lebaran kerap menjadi waktu yang dinantikan, salah satunya karena adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Tidak sedikit anak muda yang berencana memanfaatkan dana tersebut untuk mulai berinvestasi. Namun dalam praktiknya, rencana tersebut sering kali tidak berjalan sesuai harapan.

Alih-alih menjadi aset, dana THR justru habis tanpa arah yang jelas. Kondisi ini umumnya dipicu oleh sejumlah kesalahan mendasar dalam memahami konsep investasi.
 

 

Investasi Sekadar Ikut Tren

Salah satu penyebab utama kegagalan investasi adalah kebiasaan mengikuti tren tanpa pemahaman yang cukup. Banyak orang tergoda membeli saham atau aset kripto hanya karena rekomendasi teman atau influencer, tanpa mengetahui risiko di baliknya.

Padahal, setiap instrumen investasi memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Tanpa pengetahuan yang memadai, keputusan investasi cenderung bersifat spekulatif dan berisiko merugikan.

Tidak Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak adanya tujuan investasi yang spesifik. Investasi seharusnya dilakukan dengan target yang jelas, seperti membangun dana darurat, mempersiapkan uang muka rumah, atau tujuan keuangan jangka panjang lainnya.

Tanpa arah yang jelas, investasi menjadi tidak terukur dan mudah terganggu oleh kebutuhan konsumtif.

Mental Ingin Cepat Kaya

Banyak investor pemula memiliki ekspektasi yang tidak realistis, yaitu ingin memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Ketika nilai investasi turun sedikit, muncul kepanikan. Sebaliknya, saat harga naik, aset justru cepat dijual tanpa perhitungan matang.

Padahal, investasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Strategi Mengelola THR agar Menjadi Aset

Agar dana THR tidak habis begitu saja, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan. Pertama, alokasikan sebagian dana, misalnya minimal 20 persen, khusus untuk investasi.

Selain itu, pastikan kebutuhan dasar seperti dana darurat sudah terpenuhi sebelum mulai berinvestasi. Pemilihan instrumen juga perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu.

Yang tidak kalah penting, konsistensi dalam berinvestasi harus dijaga, serta menghindari keputusan impulsif akibat tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).
   

Investasi Bukan Sekadar Gaya Hidup

Pada akhirnya, investasi bukan sekadar tren atau gaya hidup untuk terlihat “melek finansial”. Lebih dari itu, investasi merupakan cara untuk membangun masa depan dengan menjadikan uang bekerja secara optimal.

Dengan pemahaman yang tepat, dana THR tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi langkah awal dalam membangun aset jangka panjang.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)