Kemenag Sesalkan Pembubaran Ibadah Pakai Senjata Tajam di Tangerang

22 September 2026 21:39

Pembubaran paksa kegiatan ibadah yang diwarnai ancaman senjata tajam di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di rumah doa yang berada di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu, 20 September 2026 siang berakhir damai. Usai mediasi, Kementerian Agama (Kemenag) memastikan rumah doa tersebut kini telah resmi dibuka kembali.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan, Gugun Gumilar, turun langsung memfasilitasi pembukaan tempat ibadah tersebut pada Minggu malam. Ia meluruskan tudingan warga dengan menegaskan bahwa rumah doa itu telah beroperasi selama empat tahun dan sah mengantongi Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) dari Kemenag.

"Silakan beribadah kembali di sana karena tidak boleh ada yang melarang. Kami sangat menyesalkan tindakan anarkis warga yang membawa senjata tajam. Mengganggu orang beribadah adalah tindak pidana yang diatur dalam KUHP," tegas Gugun dalam dialog Primetime News, Metro TV, Selasa 22 September 2026. 
 



Terkait proses hukum terhadap pelaku pembawa sajam, Gugun menyerahkan sepenuhnya kepada warga atau jemaat yang merasa dirugikan. "Tugas kami adalah melakukan pelayanan agama dan merawat kerukunan. Jika ada teman-teman yang ingin melaporkan ke pihak berwajib, dipersilakan karena itu hak warga negara, dan nanti kepolisian yang akan memproses apakah masuk delik hukum," jelasnya.

Sebelumnya sempat viral di media sosial, insiden pembubaran kegiatan ibadah oleh sekelompok warga di sebuah rumah kontrakan yang dijadikan rumah doa di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Peristiwa penggerebekan itu terjadi pada Minggu, 20 September 2026 siang. Saat itu, sekitar 40 jemaat tengah melaksanakan ibadah. Penatua Rumah Doa GKPI, Surya Sarjono Lumban Gaol, menyebutkan bahwa sekelompok warga tiba-tiba mendatangi lokasi, berteriak meminta ibadah dihentikan, dan salah satu di antaranya tampak mengacungkan senjata tajam hingga memicu kepanikan jemaat.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X