Ketua Komisi XII DPR: Jangan Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman

10 March 2026 11:15

Jakarta: Memanasnya konflik di Timur Tengah menyusul perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Penutupan sementara Selat Hormuz dinilai berpotensi mempengaruhi distribusi minyak dunia. Meski demikian, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya memastikan saat ini stok bahan bakar minyak nasional masih aman.

Bambang mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi nasional. Meskipun penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia, Indonesia telah menyiapkan langkah strategis dengan mencari sumber pasokan minyak mentah alternatif.

Ia menjelaskan, saat ini pasokan crude oil untuk Indonesia tidak hanya berasal dari kawasan Timur Tengah, namun juga dari Amerika Serikat serta sejumlah negara di Afrika. Ia menegaskan, kondisi produksi energi dalam negeri masih terjaga. 

"Dengan demikian dapat dipastikan bahwa pasokan crude oil untuk Indonesia ataupun produk-produk BBM untuk Indonesia pada saat ini tidak ada masalah," kata Bambang. Bambang menambahkan bahwa lifting minyak nasional terus berjalan normal dan kilang-kilang minyak di Tanah Air beroperasi dengan baik. Apabila terdapat kekurangan pada beberapa jenis BBM, pemerintah dapat menutupi kebutuhan melalui impor.

Sementara itu, terkait isu stok BBM nasional yang disebut hanya cukup selama 20 hari, ia mengungkapkan, kondisi ini merupakan hal yang lazim terjadi dan bukan situasi darurat. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh isu yang dapat memicu kekhawatiran berlebihan. 

"Jadi sebetulnya tidak ada yang salah dari statement Menteri ESDM. Oleh karena itu mari saya imbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying.  Jangan tergiring untuk melakukan hal-hal yang menurut kami tidak tepat," tambah Bambang. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)