Evakuasi Penumpang KMP Putri Yasmin Terkendala Cuaca Ekstrem

12 August 2026 12:54

Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran hebat saat melintas di perairan Selat Lombok, Rabu pagi, 12 Agustus 2026. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan penyelamatan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 04.15 WITA. Saat kejadian, kapal sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.

"Peristiwa kebakaran kapal ini diperkirakan terjadi pada pukul 4.15 WITA saat kapal berada di perairan Selat Lombok," ujar Wiswananda saat memberikan keterangan kepada media, Rabu, 12 Agustus 2026.

111 Penumpang Berhasil Dievakuasi


KMP Putri Yasmin dikabarkan mengangkut sekitar 130 penumpang. Berdasarkan data sementara, sebanyak 111 orang telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan kapal-kapal sipil yang melintas di lokasi.

KMP Portlink II menjadi salah satu kapal yang pertama kali memberikan pertolongan dengan mengevakuasi 35 penumpang dalam kondisi selamat. Sementara itu, Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) berhasil mengangkut 17 orang, dan kapal Basarnas mengevakuasi 59 penumpang lainnya.

Meskipun sebagian besar sudah berhasil dibawa ke daratan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan jumlah pasti penumpang yang berada di atas manifest KMP Putri Yasmin guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
   

Terkendala Gelombang Tinggi


Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Kepala Kantor SAR NTB, Muhammad Hariyadi, mengungkapkan bahwa tantangan utama di lapangan adalah kondisi alam yang tidak bersahabat. Gelombang laut di Selat Lombok dilaporkan mencapai ketinggian 4 meter.

"Saat ini memang kendala yang kami hadapi di lokasi adalah gelombang yang cukup tinggi di perairan. Hal ini menyulitkan kapal penyelamat untuk mendekati posisi KMP Putri Yasmin," kata Hariyadi.

Hariyadi menambahkan, timnya baru bisa mengevakuasi rombongan besar sebanyak 59 orang pada pukul 08.00 WITA. Proses tersebut berlangsung dramatis selama satu jam hingga seluruh penumpang tersebut berhasil dipindahkan ke kapal Basarnas.

"Kami menemukan korban pada pukul 08.00 WITA dan proses evakuasi berlangsung hingga satu jam hingga 59 penumpang tersebut sudah berada di kapal Basarnas," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kantor SAR NTB masih terus mengimbau kapal-kapal di sekitar lokasi kejadian untuk tetap siaga dan membantu proses pencarian penumpang yang kemungkinan masih terjebak. Beberapa penumpang yang telah dievakuasi dilaporkan dalam kondisi lemas dan langsung mendapatkan perawatan medis setibanya di pelabuhan.


(Lutfia Azzahra)

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X