1 September 2026 17:26
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah Sumatra Utara (Sumut) mendorong petani memanfaatkan program pompanisasi, optimalisasi lahan (oplas), serta pendampingan penyuluh pertanian.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif, sekaligus meningkatkan indeks pertanaman dan produksi padi di tengah ancaman El Nino yang memicu kekeringan.
"Kami sangat berharap bahwa setelah lahan-lahan oplas ini dikonstruksi, maka yang tadinya hanya ditanam satu kali, ini bisa meningkat indeks pertanamannya menjadi dua kali atau IP 200, dan bahkan bisa meningkat menjadi 300 ya," ujar Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 1 September 2026.
Idha juga menyebut pemerintah telah menyiapkan anggaran agar program pompanisasi dapat berjalan lancar. Nilainya mencapai triliunan rupiah.
"Bahkan, untuk kemudian beberapa daerah yang terdampak kekeringan ini bisa menggunakan pompanisasi untuk kemudian mengaliri lahan-lahan yang kering ya," ujar Idha.
Idha menegaskan jika program pompanisasi di tengah ancamam El Nino merupakan upaya pemerintah untuk menjaga swasembada, ketahanan, serta kedaulatan pangan secara berkelanjutan.
"Dan dengan kita memastikan bahwa pertanaman tetap berjalan lancar, maka kita juga memastikan bahwa swasembada berkelanjutan akan terus dapat kita jaga, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan akan terus juga kita jaga," ujarnya.
Baca Juga :