Kronologi Dokter Diintimidasi, Depresi, Hingga Bunuh Diri

30 June 2026 08:13

Jakarta: Kasus meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha menjadi sorotan publik setelah adanya dugaan tekanan psikologis usai insiden di instalasi gawat darurat (IGD) di sebuah rumah sakit di Nusa Tenggara Timur (NTT). Lantas bagaimana kronologinya?


Kronologi dr Icha Diintimidasi


Kejadian dimulai dari tanggal 13 Juni 2026 lalu, dimana dugaan intimidasi terjadi saat dr Icha sedang bertugas di IGD menangani seorang pasien anak korban dari gigitan ular.

Dalam penanganan itu, ia disebut telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP dari rumah sakit dan juga sudah sesuai dengan arahan dokter spesialis anak.  Namun, situasi di IGD ini memanas setelah keluarga pasien tidak terima dengan penjelasan medis dan juga meminta pemberian vaksin tertentu. Dan diduga Oknum yang mengaku sebagai anggota DPRD Timur Tengah Utara ini mendatangi ruang perawatan dan menyampaikan protes dengan nada tinggi kepada dr Icha.

Situasi tersebut membuat dr Icha merasa tertekan dan juga menangis. Ia kemudian sempat menelepon pimpinan Rumah Sakit Leona untuk melaporkan kejadian tersebut. Kemudian kejadian ini juga berlanjut di tanggal 14 Juni di mana dr Icha melihat ada dua orang yang masuk.

Kemudian yang sebelumnya sempat terlibat cekcok dengan dr Icha dalam insiden di IGD Leona tersebut yang berada di lingkungan rumah sakit. Karena masih merasa takut dan juga tertekan, ia memilih untuk kembali ke tempat tinggalnya. Beberapa pihak keluarga menyebutkan dr Icha sempat mengalami trauma.

Kemudian sekitar pukul 07.00 waktu Indonesia bagian tengah, rekan kerja dr Icha mencoba menghubunginya tetapi tidak mendapatkan respon. Mereka lalu mendatangi tempat tinggalnya dan menemukan dr Icha dalam kondisi yang lemah.  Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Leona untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya dr Icha sempat menjalani perawatan medis selama sekitar 6 hari sejak tanggal 15 Juni 2026.  Setelah kondisinya membaik, ia diperbolehkan pulang pada tanggal 21 Juni dan menjalani rawat jalan. Keluarga menyebut bahwa dr Icha menjalani pemeriksaan di Klinik Utama Jiwa Dewantara Mental Health Care.

Berdasarkan keterangan dari paman almarhumah Fabianus Banase, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dr Icha mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik setelah mengalami guncangan psikologis.  Laporan tertulis terkait dengan dugaan intimidasi yang disampaikan kepada Badan Kehormatan DPRD TTU.  Laporan tersebut diserahkan oleh ayah dr Icha yaitu Gabriel Pakainoni.

Laporan tersebut dimaksudkan agar Badan Kehormatan DPRD meneliti dan juga memproses persoalan tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku.  Sekaligus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa ini tidak terulang ke depannya. Keluarga telah melanjutkan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayangkara, Kupang sekitar pukul 04.00 sore waktu Indonesia Bagian Tengah.

Namun sebelum pemeriksaan dilakukan, dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya yang berada di Kupang.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X