18 April 2026 20:16
Lebih dari 2 juta penduduk di Jalur Gaza, Palestina, kini harus berjuang bertahan hidup di tengah kepungan tumpukan sampah yang bercampur dengan reruntuhan bangunan akibat konflik yang berkepanjangan.
Krisis lingkungan ini memicu ancaman kesehatan serius, terutama bagi kelompok rentan. Laporan dari Kota Deir al-Balah menunjukkan bahwa anak-anak Palestina mulai menderita berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit kudis, ruam kulit, hingga infeksi saluran pernapasan akut.
Meski gencatan senjata telah tercapai sejak Oktober 2025, proses pemulihan infrastruktur di Gaza berjalan sangat lambat. Kondisi ini memaksa banyak keluarga tetap tinggal di lingkungan yang tidak layak dan penuh limbah karena tidak memiliki pilihan tempat tinggal lain.
| Baca juga: Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Warga Termasuk Dua Balita |